Berita

Rapat perdana Board of Peace (BoP). (Foto: Istimewa)

Politik

KNPI Ingatkan Prabowo Konsisten Jaga Kepentingan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 09:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum KNPI, Tantan Taufik Lubis, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tetap konsisten menjaga kepentingan nasional, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, dan tidak menggadaikan prinsip dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dalam kunjungan ke Washington DC.

Menurut Tantan, keberangkatan Prabowo ke Amerika Serikat untuk menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) pada 19 Februari 2026 merupakan langkah yang sarat risiko politik dan diplomasi.

Ia menilai kunjungan tersebut ibarat berjalan di atas tali tipis. Di satu sisi, Prabowo harus menunjukkan komitmen pada inisiatif BoP yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, ia harus memastikan Indonesia tidak kehilangan posisi moralnya dalam membela Palestina.


“Presiden Prabowo harus pulang dengan kepala tegak, membuktikan bahwa ia tidak menggadaikan prinsip dukungan untuk Palestina demi keuntungan ekonomi jangka pendek,” ujarnya.

Tantan menekankan, publik akan menilai apakah keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar mendorong kemerdekaan Palestina atau justru hanya menjadi legitimasi politik di panggung global.

Ia juga mengingatkan agar komitmen Indonesia, termasuk rencana kontribusi pasukan dan pendanaan, tetap sejalan dengan amanat konstitusi serta tidak membebani kepentingan dalam negeri.

“Keberhasilan Presiden bukan hanya soal kesepakatan dagang, tetapi sejauh mana Indonesia mampu memastikan perdamaian yang adil bagi Palestina, sesuai prinsip keadilan, kesetaraan, dan hak menentukan nasib sendiri,” kata Tantan.

KNPI berharap Presiden Prabowo mampu menyeimbangkan diplomasi ekonomi dan komitmen ideologis Indonesia terhadap perjuangan Palestina, sehingga kunjungan tersebut benar-benar memberi manfaat strategis tanpa mengorbankan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya