Berita

Presiden AS Donald Trump buka suara soal penangkapan mantan Pangeran Inggris Andrew Mountbatten-Windsor (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube C-SPAN)

Dunia

Trump Angkat Bicara Soal Penangkapan Andrew

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara terkait penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor, mantan pangeran Inggris, oleh kepolisian setempat. Trump menyebut peristiwa tersebut sebagai hal yang memalukan dan menyedihkan bagi keluarga kerajaan.

Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Trump menilai kabar tersebut menjadi hari yang buruk bagi monarki Britania.

“Menurut saya ini memalukan. Menurut saya ini sangat menyedihkan. Menurut saya ini sangat buruk bagi keluarga kerajaan,” ujar Trump, dikutip dari 9News, Jumat 20 Februari 2026. 


Andrew ditahan atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Namun, ia membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Beberapa jam setelah pemeriksaan, adik Charles III itu dilaporkan telah dibebaskan dari tahanan polisi.

Pihak kepolisian Inggris menegaskan bahwa penangkapan tersebut tidak berkaitan langsung dengan kasus Jeffrey Epstein, meskipun nama Andrew sebelumnya sempat terseret dalam pusaran kontroversi Epstein.

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyoroti posisinya terkait kasus Epstein. Ia menilai perhatian publik terhadap Epstein baru mencuat setelah sang finansier meninggal dunia.

“Ini sangat menarik, karena dulu tidak ada yang membicarakan Epstein ketika dia masih hidup. Sekarang mereka membicarakannya. Tapi saya bisa membicarakannya karena saya telah sepenuhnya dibebaskan dari tuduhan,” kata Trump.

Pernyataan ini kembali memantik diskusi publik mengenai daftar nama yang pernah dikaitkan dengan Epstein.

Trump dikenal memiliki hubungan cukup dekat dengan keluarga kerajaan Inggris. Ia pernah melakukan dua kunjungan kenegaraan ke Inggris dan menjalin relasi dengan Raja Charles III, yang dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat tahun ini.

Sejumlah pengamat politik menilai penangkapan Andrew berpotensi memicu tekanan lebih luas, termasuk terhadap otoritas di AS. Mereka mempertanyakan mengapa belum ada langkah hukum terhadap sejumlah nama lain yang tercantum dalam dokumen Epstein yang telah dirilis ke publik.

Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan, baik di Inggris maupun Amerika Serikat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya