Malam pertama Ramadan 1447 di sekitar Masjid Al-Aqsa (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DRM News)
Kepolisian Israel mengumumkan akan mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama bulan suci Ramadan.
Langkah ini dilakukan di tengah tudingan dari pihak Palestina bahwa Israel kembali memberlakukan pembatasan bagi warga Palestina yang ingin beribadah di lokasi tersebut.
"Pasukan akan ditempatkan siang dan malam di area kompleks dan sekitarnya," kata perwira senior kepolisian Yerusalem, Arad Braverman, dikutip dari Times of Israel, Kamis 19 Februari 2026.
Ia juga menyebut ribuan polisi akan berjaga saat salat Jumat. Polisi merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat untuk memasuki Yerusalem, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Yerusalem dari Otoritas Palestina menyatakan telah diberi tahu bahwa izin masuk kemungkinan dibatasi untuk pria di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, seperti tahun lalu.
Selain itu, otoritas Israel disebut melarang Waqf, yaitu lembaga keagamaan Islam yang dikelola Yordania dan mengatur kompleks tersebut untuk melakukan persiapan rutin Ramadan, termasuk pemasangan peneduh dan klinik medis sementara. Sumber Waqf juga menyebut 33 pegawainya dilarang memasuki area itu menjelang Ramadan.
Kompleks Al-Aqsa kerap menjadi titik ketegangan. Setelah Israel merebut Yerusalem Timur dalam perang 1967, diterapkan pengaturan status quo yang memperbolehkan orang Yahudi berkunjung, tetapi tidak berdoa di area tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok nasionalis Yahudi menantang larangan itu. Meski demikian, Braverman menegaskan tidak ada perubahan terhadap aturan yang berlaku.
Menjelang Ramadan, militer Israel juga meluncurkan operasi di Tepi Barat untuk menindak dugaan hasutan dan aktivitas teror di media sosial. Juru bicara militer berbahasa Arab, Letnan Kolonel Ella Waweya, menyatakan, “Pesannya jelas: Ramadan adalah bulan keluarga, kebersamaan, dan persatuan. Jangan biarkan organisasi teror merusaknya, dan jangan terprovokasi oleh hasutan di media sosial.”
Sementara itu, Polisi Perbatasan Israel menutup sebuah jalan di Yerusalem Timur yang berada dekat penghalang keamanan Tepi Barat. Mereka memasang blok beton dan menyita kamera keamanan milik warga setempat. Menurut polisi, langkah ini bertujuan mencegah penyusupan pekerja ilegal serta memperkuat keamanan menjelang Ramadan.
Masjid Al-Aqsa, yang berada di Yerusalem Timur, merupakan situs suci ketiga dalam Islam. Bagi umat Yahudi, kawasan yang sama dikenal sebagai Bukit Bait Suci dan diyakini sebagai lokasi dua kuil kuno, menjadikannya tempat paling suci dalam agama Yahudi. Setiap Ramadan, ratusan ribu warga Palestina biasanya memadati kompleks tersebut untuk salat, terutama pada hari Jumat.