Berita

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: RMOL)

Politik

Dukungan Prabowo Dua Periode Jadi Ajang Kompetisi Loyalitas

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dua periode terus menguat meski masa pemerintahannya belum genap berjalan separuh jalan. 

Pengamat politik Nurul Fatta menilai fenomena tersebut tak bisa dilepaskan dari kepentingan dan kalkulasi politik masing-masing pihak.

“Dukungan terhadap Prabowo dua periode belakangan ini datang dari berbagai pihak, baik dari elite parpol, tokoh publik dan relawan politik, dengan kepentingan dan kalkulasi politik masing-masing yang berbeda satu sama lain,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Kamis, 19 Februari 2026.


Menurutnya, jika ada yang menyebut tahun politik dimulai lebih awal, anggapan itu tidak sepenuhnya keliru. Namun ia melihat ada kecenderungan lain yang lebih menonjol dalam dinamika tersebut.

“Narasi yang lebih terasa justru lebih cenderung terlihat sebagai ajang kompetisi loyalitas, semacam perlombaan kedekatan untuk tetap berada dalam zona inti kekuasaan,” jelasnya.

Ia menilai setiap pihak berlomba menunjukkan kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari karakter kepemimpinan Prabowo yang kerap memberi ruang strategis kepada lingkaran terdekatnya.

Meski demikian, Fatta menegaskan bahwa dinamika dukung-mendukung tersebut sejatinya bukan persoalan selama tidak mengorbankan kepentingan publik.

“Kekhawatiran kita justru muncul ketika kompetisi loyalitas itu hanya menjadi politik arum manis saja, di mana implementasi kebijakan dilaporkan seolah-olah selalu berhasil dan baik-baik saja hanya demi mendapat perhatian atau pengakuan dari pusat kekuasaan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, masyarakat saat ini lebih membutuhkan solusi konkret atas persoalan ekonomi ketimbang wacana politik yang terlalu dini.

“Hari ini itu, harga pangan yang mulai naik dan tekanan ekonomi jauh lebih relevan bagi rakyat dibanding perdebatan dini soal 2029,” pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya