Berita

Reruntuhan bekas serangan Israel di Gaza (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Dunia

Survei: Korban Tewas di Jalur Gaza Tembus 75.000 Jiwa

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jumlah korban tewas di Jalur Gaza dilaporkan telah melampaui 75.000 orang, berdasarkan penelitian independen yang dipublikasikan di jurnal medis internasional, termasuk The Lancet Global Health.

Studi tersebut menyebutkan bahwa angka resmi dari Kementerian Kesehatan Gaza kemungkinan besar merupakan angka minimum, bukan dilebih-lebihkan seperti yang kerap dituduhkan.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 19 Februari 2026, survei yang dikenal sebagai Gaza Mortality Survey (GMS) memperkirakan sekitar 75.200 kematian akibat kekerasan sejak 7 Oktober 2023 hingga 5 Januari 2025. Angka ini lebih tinggi 34 persen dibandingkan data resmi Kementerian Kesehatan untuk periode yang sama.


Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 2.000 rumah tangga yang mewakili hampir 10.000 orang, sehingga dinilai memiliki dasar data yang kuat.

Meski Israel selama ini mempertanyakan jumlah korban yang dirilis otoritas Gaza, seorang pejabat militer Israel pada Januari lalu mengakui bahwa sekitar 70.000 orang telah tewas selama perang. Studi terbaru ini juga menemukan bahwa lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan lansia—konsisten dengan laporan sebelumnya.

Peneliti utama studi tersebut, Michael Spagat dari Royal Holloway University of London, menilai sistem pencatatan korban di Gaza tetap cukup andal meski berada dalam kondisi perang.

“Validasi pelaporan Kementerian Kesehatan melalui berbagai metodologi independen mendukung keandalan sistem pencatatan korban administratif mereka bahkan dalam kondisi ekstrem,” demikian pernyataan dalam penelitian tersebut.

Selain kematian akibat serangan langsung, penelitian juga mencatat sekitar 16.300 kematian tidak langsung. Dari jumlah itu, sekitar 8.540 dikategorikan sebagai “kematian berlebih” akibat memburuknya kondisi hidup, runtuhnya sistem kesehatan, dan dampak blokade. Banyak korban meninggal karena infeksi, gagal organ, atau tidak mendapat perawatan medis tepat waktu.

Di sisi lain, beban luka berat juga sangat besar. Model prediktif yang diterbitkan di jurnal eClinicalMedicine memperkirakan lebih dari 116.000 kasus cedera hingga April 2025. Sekitar 29.000 hingga 46.000 di antaranya membutuhkan operasi rekonstruksi kompleks.

Namun, kapasitas medis Gaza sangat terbatas. Sebelum perang, wilayah dengan populasi lebih dari 2,2 juta orang itu hanya memiliki delapan dokter bedah plastik dan rekonstruksi bersertifikat.

Hingga Mei 2025, hanya 12 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih dapat memberikan layanan di luar penanganan darurat dasar. Jumlah tempat tidur rumah sakit juga turun drastis. Para peneliti memperingatkan bahwa meskipun kapasitas operasi dipulihkan seperti sebelum perang, dibutuhkan sekitar satu dekade untuk menangani seluruh kasus operasi rekonstruksi yang menumpuk.

Para penulis studi menegaskan bahwa kehancuran sistem kesehatan memperumit perhitungan jumlah korban sebenarnya. Banyak jenazah masih tertimbun reruntuhan atau belum teridentifikasi. Mereka menekankan bahwa satu-satunya cara mencegah bertambahnya korban jiwa dan beban luka permanen adalah penghentian serangan terhadap warga sipil serta perlindungan infrastruktur medis sesuai hukum humaniter internasional.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya