Berita

Ilustrasi eksplorasi panas bumi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Pemerintah Diminta Transparan soal Polemik Pemberian Konsesi Panas Bumi

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua MPP PKS Mulyanto meminta kepada pemerintah untuk transparan soal pemberian konsesi proyek panas bumi Telaga Ranu, Halmahera kepada PT Ormat Geothermal Indonesia di tahun 2023.                     

Menurut dia, transparansi kepada publik juga menjadi faktor penting. Penjelasan yang terbuka mengenai dasar hukum, proses tender, serta pertimbangan strategis yang diambil pemerintah akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan menghindari kesalahpahaman.
 
“Kami mendorong agar pemerintah memperkuat kerangka uji tuntas (due diligence) terhadap aspek hukum, reputasi, dan dampak geopolitik dalam setiap proyek strategis nasional. Pendekatan ini akan memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 18 Februari 2026. 
 

 
Pada saat yang sama, Indonesia perlu terus meningkatkan dukungan konkret terhadap Palestina, baik melalui diplomasi internasional, bantuan kemanusiaan, pendidikan, maupun kerja sama pembangunan. 

“Konsistensi sikap tidak hanya diukur dari retorika, tetapi dari langkah nyata yang berkelanjutan,” tegasnya.
 
“Ke depan, kami berharap pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, kebutuhan pembangunan, dan komitmen moral bangsa. Indonesia harus tetap menjadi negara yang berdaulat, pragmatis, namun berprinsip, serta mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan arah politik luar negerinya,” tambah Mulyanto.
 
Dengan demikian, konsistensi antara kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bukan hanya penting bagi reputasi internasional Indonesia, tetapi juga bagi kepercayaan rakyat dan kekuatan moral bangsa dalam memperjuangkan keadilan global.
 
Untuk diketahui Ormat Technologies adalah perusahaan energi panas bumi dan teknologi energi terbarukan yang didirikan pada 1965 oleh pasangan Lucien dan Dita Bronicki, yang merupakan ilmuwan dan pengusaha Israel. Berbasis awal di Israel, terutama dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik panas bumi.
 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30

Pembangunan Huntara Ditarget Rampung Seluruhnya Sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Kritik

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:23

Safari Ramadan di Tujuh Provinsi, PTPN IV Bahagiakan Anak Yatim

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:01

Pengemis Musiman Eksploitasi Anak Kembali Marak Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00

Ketua Bawaslu Ungkap Kelemahan Norma Penanganan Pelanggaran Pemilu

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:59

Bukan Teladan, Pimpinan DPD Kompak Belum Lapor LHKPN

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44

Gibran Silaturahmi ke Habib Ali Kwitang Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:31

Guru Honorer Layak Dapat THR

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:22

Ramadan jadi Momentum Edukasi Penggunaan Air dengan Bijak

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:17

Selengkapnya