Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Andre Angkawijaya)

Nusantara

Begini Modus Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Jepara

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 01:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dugaan pencabulan santriwati oleh pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tahunan, Jepara mulai terungkap modusnya. Kasus ini disebut berlangsung berulang sejak 2025 dengan pola manipulasi yang terstruktur.

Kasus ini mencuat ke publik dan sempat viral di media sosial. Bahkan keluarga korban menyebut peristiwa itu terjadi berulang kali dengan dalih pengobatan hingga pernikahan rahasia.

Dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Rabu malam, 18 Februari 2026, peristiwa bermula sehari setelah wisuda Madrasah Aliyah pada 26 April 2025. Korban mengalami keseleo dan bermaksud meminta izin berobat. Namun, menurut keterangan keluarga, korban justru diarahkan untuk menemui langsung pengasuh pondok yang menawarkan pijat penyembuhan.


Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil seorang diri ke sebuah kamar di gudang air minum produksi pondok. Awalnya pelaku disebut memijat kaki korban, namun kemudian diduga melakukan perabaan pada bagian tubuh lain. Korban disebut tidak berdaya dan berada dalam tekanan psikologis.

Beberapa hari setelah kejadian itu, terduga pelaku diduga mengirimkan tautan video kepada korban. Saat korban menolak, pelaku disebut berdalih akan “mengajari” agar tidak terjerumus dalam perbuatan haram, sebagaimana disampaikan keluarga.

Modus lain yang diungkap keluarga adalah dalih “nikah diam-diam”. Korban dipanggil ke rumah pelaku pada malam hari, diberi secarik kertas bertuliskan Arab menyerupai ijab kabul serta uang Rp100 ribu. Pernikahan tanpa saksi itu diduga dijadikan legitimasi untuk melanjutkan dugaan eksploitasi.

Keluarga menyebut dugaan pelecehan terjadi puluhan kali, bahkan setelah korban lulus dan diminta kembali untuk mengajar di pondok tersebut. Siang hari korban mengajar, sementara malam hari diduga kembali dipanggil. Pelaku disebut merekam dan mengirim ulang rekaman sebagai bentuk kontrol.

Kasus ini terungkap pada Juli 2025 setelah adik korban menemukan percakapan asusila di ponsel korban. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada keluarga dan berlanjut ke laporan resmi.

Kuasa hukum korban, Erlinawati, menyampaikan laporan resmi telah masuk pada November 2025. Terduga pelaku disebut sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Pihak keluarga kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pondok pesantren terkait dugaan tersebut.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya