Berita

Kepala BP BPKH, Fadlul Imansyah. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

BPKH Limited Perkuat Fondasi Kedaulatan Ekonomi Haji

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 00:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendorong penguatan kedaulatan ekonomi haji Indonesia melalui BPKH Limited.

 "Yang sedang dibangun adalah fondasi kedaulatan ekonomi haji, bukan praktik perantara," tegas Kepala BP BPKH, Fadlul Imansyah dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurutnya, kedaulatan ekonomi haji bukan komersialisasi ibadah, melainkan pengelolaan ekonomi yang profesional, efisien, dan berpihak pada jemaah. 


“Jika potensi ekonomi besar setiap tahun sepenuhnya dinikmati pihak eksternal, sementara Indonesia hanya menjadi pembayar, maka koreksi struktural menjadi keharusan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan area komersial hotel yang digunakan jemaah Indonesia, agar sebagian nilai ekonomi dapat memperkuat dana haji dan meningkatkan layanan.

Fadlul menambahkan perbaikan layanan konsumsi pada fase pra dan pasca-Armuzna juga menjadi bagian dari upaya tersebut. Pada 2025, di tengah regulasi ketat termasuk pembatasan tasrikh di Mekkah. 

“BPKH tetap melakukan perbaikan agar jemaah bisa memperoleh layanan makan tiga kali sehari secara lebih optimal,” ujarnya.

"Pada fase pra dan pasca-Armuzna sebelumnya jemaah tidak mendapatkan layanan makan tiga kali sehari secara penuh. Tahun lalu kita melakukan perbaikan dalam kondisi yang sangat menantang. Banyak dapur tidak dapat beroperasi optimal, mobilisasi logistik terbatas, tetapi kebutuhan jemaah harus tetap diprioritaskan," tambah dia.

Ke depan, pengembangan Kampung Haji juga diposisikan sebagai bagian dari arsitektur besar kedaulatan ekonomi haji Indonesia di Tanah Suci.

"BPKH siap berkolaborasi dalam pengembangan Kampung Haji. Ini bukan agenda sektoral, melainkan agenda strategis nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global," tandas Fadlul.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya