Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Purbaya Curiga Isu Gratifikasi Pejabat Kemenkeu Diramaikan Pembenci

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curiga ada pihak-pihak yang sengaja meramaikan isu gratifikasi pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berinisial RLM.

Purbaya menduga isu tersebut diembuskan oleh pihak yang tidak suka dengan rencana penarikan pejabat tersebut ke jajaran manajemen Kemenkeu.

"Ini ada beberapa kalangan sengaja mengembus-embuskan karena pejabat itu akan saya tarik ke dalam manajemen Kemenkeu, tetapi sepertinya ada yang enggak setuju. Kita akan lihat case-nya seperti apa," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.


Di sisi lain, Purbaya sudah tahu ada pihak yang melaporkan dugaan gratifikasi RLM berupa satu unit mobil mewah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk memastikan informasi tersebut, Bendahara Negara ini mengaku akan berkomunikasi langsung dengan pihak KPK.

"Nanti saya telepon, diskusi dengan KPK. Kami akan lihat pejabat secara fair. Betul enggak seperti itu (menerima gratifikasi)," imbuhnya.

KPK sebelumnya menyebut ada laporan masyarakat terkait dugaan gratifikasi mobil mewah jenis Alphard menyeret RLM dari pihak swasta. 

"Kami memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti dengan memverifikasi validitas informasi dan data yang disampaikan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu, 14 Februari 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya