Berita

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi di DPR, Rabu 18 Februari 2026. (Foto: Tangkapan layar TVR Parlemen)

Nusantara

Bencana Aceh-Sumatera Terparah dalam 10 Tahun

Korban Meninggal Tembus Ribuan Jiwa
RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sejumlah peristiwa bencana alam yang melanda Aceh dan beberapa provinsi di Sumatera merupakan peristiwa terparah dalam kurun hampir 10 tahun terakhir.

Bencana alam tersebut menyebabkan ribuan nyawa melayang, kerusakan wilayah, serta gangguan logistik yang meluas hingga ratusan desa dan puluhan kabupaten/kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat rapat koordinasi bersama DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu 18 Februari 2026. 


Menurut Tito, skala bencana kali ini jauh melampaui pola kejadian tahunan yang biasa ditangani pemerintah daerah. 

"Di daerah-daerah yang umum ini hampir tidak pernah ada sekitar 10 tahun perjalanan seperti ini" kata Tito merujuk pada kombinasi longsor, banjir, dan terputusnya akses vital secara serentak.

Dampak terberat terjadi di Provinsi Aceh dengan 562 korban meninggal dunia, 29 orang hilang.

Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia tercatat 376 orang dengan 40 orang hilang. 

Adapun di Sumatera Barat, korban meninggal dunia tercatat 267 orang dengan 70 orang hilang.

Menurut Tito, pola bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat relatif serupa, yakni hujan sangat lebat yang memicu longsor di wilayah pegunungan serta banjir besar di daerah hilir. Kondisi ini menyebabkan sistem logistik lumpuh total pada fase awal tanggap darurat. 

"Kami belajar dari kasus ini agar stok logistik selalu tersedia untuk tiga bulan," kata Tito.

Tito menambahkan, evaluasi nasional akan dilakukan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana, termasuk kewajiban stok logistik daerah hingga tiga bulan ke depan. 

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah relokasi dan penataan ulang administrasi desa bagi wilayah yang hilang akibat bencana.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya