Berita

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf melakukan supervisi dan pengecekan ke dapur produksi di wilayah Safwat Al Wessam, Distrik Walyal Ahd, Makkah (Foto: Dokumen Kemenhaj)

Nusantara

Obat Kangen Masakan Rumah, Kemenhaj Pastikan Menu Jemaah Haji Pakai Bumbu Asli Indonesia

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)  melakukan supervisi dan pengecekan ke dapur produksi di wilayah Safwat Al Wessam, Distrik Walyal Ahd, Makkah. 

Langkah ini diambil untuk meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah haji dan memastikan bahwa asupan makanan bagi jemaah tidak hanya higienis, tetapi juga memiliki cita rasa autentik Nusantara.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menginstruksikan seluruh penyedia katering untuk wajib menggunakan bumbu serta beras asli Indonesia. Kebijakan ini bertujuan menjaga konsistensi rasa agar jemaah merasa "serasa di rumah". 


Selain bahan baku, teknik pengolahan beras pun harus mengikuti standar Indonesia guna menjamin tekstur dan kualitas nasi yang dihasilkan sesuai dengan selera jemaah.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa kualitas layanan konsumsi mulai dari pemilihan bahan hingga tahap pengemasan harus lolos standar mutu dan kebersihan yang ketat.

"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” jelas Menhaj, dalam keterangannya yang dikutip redaksi, Senin 16 Februari 2026.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis, memenuhi standar keamanan pangan. 

Pengecekan juga dilakukan menyeluruh mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing). Fasilitas diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah haji, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi.

Gus Irfan, sapaan akrab sang Menhaj, menekankan bahwa layanan konsumsi adalah salah satu kunci kepuasan jemaah.

“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” ujarnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya