Berita

Ilustrasi Toe Wrestling. (Istimewa)

Olahraga

Mengenal Toe Wrestling, Olahraga Asli Inggris yang Menguji Kekuatan Jempol

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 14:11 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

 Dominasi sepak bola atau tenis sebagai olahraga populer dunia mungkin tidak tergoyahkan. Namun, di celah-celah kebudayaan Inggris, terdapat sebuah disiplin fisik yang menuntut kekuatan murni dari jempol kaki manusia.

Toe Wrestling atau gulat jempol kaki adalah bukti nyata bahwa kompetisi serius dapat lahir dari ide yang paling tidak biasa.

Olahraga ini bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan sebuah ajang kompetitif yang memiliki struktur liga, aturan keselamatan ketat, dan atlet yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi yang terkuat di atas arena.


Artikel ini akan membawa Anda menyelami kedalaman dunia Toe Wrestling secara komprehensif.

Kita akan menelusuri akar sejarahnya yang bermula di sebuah pub kecil di Inggris pada tahun 1970-an, membedah mekanisme teknis pertandingannya yang diawasi badan internasional, hingga melihat bagaimana para juara dunia mempertahankan gelarnya di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Sejarah dan Asal-Usul Toe Wrestling

Kelahiran Toe Wrestling didasari oleh keinginan yang sangat spesifik dan sedikit ironis, yaitu menciptakan satu cabang olahraga di mana orang Inggris bisa menjamin gelar juara dunia bagi negara mereka sendiri.

Gagasan ini pertama kali dicetuskan pada 1974 oleh sekelompok pengunjung tetap di Ye Olde Royal Oak Inn yang berlokasi di Wetton, Staffordshire, Inggris.

George Burgess, sang pemilik tempat tersebut, bersama rekan-rekannya mencari aktivitas fisik yang belum pernah dikuasai oleh bangsa lain.

Meskipun olahraga ini dirancang dengan tujuan patriotik agar Inggris mendominasi, realitas kompetisi berkata lain pada kejuaraan perdananya di 1976.

Seorang turis berkebangsaan Kanada justru berhasil mengalahkan para pendiri dan keluar sebagai juara pertama, mematahkan ambisi awal penciptaan olahraga ini. Kendati demikian, semangat kompetisi tersebut tidak lantas padam.

Peristiwa itu justru menjadi katalis yang mengubah Toe Wrestling dari sekadar lelucon lokal menjadi tradisi tahunan yang dihormati, menarik minat media internasional dan atlet dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Staffordshire setiap tahunnya.

Peraturan Resmi dan Mekanisme Pertandingan

Di balik penampilannya yang jenaka, Toe Wrestling dijalankan dengan protokol ketat di bawah pengawasan World Toe Wrestling Organisation (WTWO).

Pertandingan tidak dilakukan di sembarang tempat, melainkan di atas panggung kecil berukuran khusus yang dikenal dengan sebutan "Toedium".

Sebelum seorang atlet diizinkan naik ke atas Toedium, mereka wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan yang rigor.

Seorang tenaga medis atau wasit berkualifikasi akan memeriksa kondisi kaki setiap peserta secara mendetail untuk memastikan tidak adanya tanda-tanda infeksi kulit, luka terbuka, atau kutil.

Langkah ini diambil karena Toe Wrestling adalah olahraga kontak fisik langsung, sehingga kebersihan dan kesehatan kulit menjadi prioritas keselamatan utama yang tidak bisa ditawar.

Mekanisme pertandingan itu sendiri menuntut kombinasi kekuatan fisik dan strategi posisi. Kedua atlet akan duduk berhadapan di lantai dengan kaki telanjang, di mana kaki yang tidak sedang bertanding harus diangkat ke udara dan pantat pemain tidak boleh terangkat dari permukaan lantai sedikitpun selama laga berlangsung.

Format kompetisi menggunakan sistem best of three atau yang terbaik dari tiga ronde. Ronde pertama selalu dimulai dengan adu kaki kanan, dilanjutkan dengan kaki kiri pada ronde kedua, dan jika kedudukan imbang, ronde penentuan akan kembali menggunakan kaki kanan.

Seorang atlet dinyatakan menang apabila berhasil memaksa sisi kaki lawan menyentuh papan pembatas pinggir di Toedium, sebuah kondisi yang dalam istilah resmi disebut sebagai "Toe Down", dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh wasit.

Kejuaraan Dunia dan Pengakuan Internasional

Eksistensi olahraga ini dikukuhkan melalui penyelenggaraan World Toe Wrestling Championship yang rutin digelar setiap tahun, sering kali mengambil tempat di Bentley Brook Inn, Derbyshire.

Ajang bergengsi ini telah melahirkan figur-figur legendaris yang namanya terukir dalam sejarah olahraga unik ini. Salah satu nama yang paling disegani adalah Alan "Nasty" Nash, seorang atlet asal Inggris yang mendominasi panggung dunia dengan memenangkan gelar juara sebanyak 17 kali.

Dedikasi Nash terhadap olahraga ini sangat luar biasa, bahkan ia dikenal tetap melanjutkan pertandingan dalam kondisi cedera demi mempertahankan reputasinya sebagai manusia dengan jempol kaki terkuat di dunia.

Status internasional Toe Wrestling sempat diuji ketika panitia penyelenggara mengajukan permohonan resmi agar olahraga ini dimasukkan ke dalam daftar cabang Olimpiade pada 1997.

Sayangnya, permohonan tersebut ditolak oleh Komite Olimpiade Internasional, yang memutuskan bahwa Toe Wrestling belum memenuhi kriteria sebagai olahraga Olimpiade.

Meski demikian, penolakan tersebut tidak serta-merta meredupkan popularitasnya.

Sebaliknya, hal itu justru memperkuat identitas Toe Wrestling sebagai olahraga "underdog" yang memiliki basis penggemar fanatik dan terus tumbuh sebagai simbol keunikan budaya olahraga Inggris yang merayakan sportivitas dalam bentuk yang paling orisinal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya