Berita

Robot humanoid Bolt vs manusia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube MirrorMe)

Tekno

Robot Humanoid China Pecah Rekor, Lari Lampaui Kecepatan Manusia

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah robot humanoid bernama Bolt buatan perusahaan robotika China, MirrorMe Technology, mencetak rekor dengan kemampuan berlari hingga 22 mil per jam atau sekitar 35 km/jam dalam uji coba dunia nyata.

Capaian tersebut menjadikannya robot humanoid berukuran penuh tercepat yang pernah diperagakan di luar simulasi komputer. Dalam sebuah video, Bolt terlihat berlari stabil di fasilitas pengujian tertutup dan tetap seimbang meski kecepatannya meningkat tajam.

Lewat video promosi Bolt bahkan “diadu” dengan pendiri MirrorMe, Wang Hongtao, yang berlari di treadmill. Saat kecepatan meningkat, Wang akhirnya kewalahan dan berhenti, sementara Bolt terus melaju mulus. 


Meski langkah kakinya lebih pendek dibanding manusia, Bolt berhasil mengimbanginya dengan ritme langkah yang jauh lebih cepat. Para insinyur menyebut pencapaian ini sebagai kemajuan besar dalam kontrol gerak humanoid, keseimbangan dinamis, serta sistem penggerak berperforma tinggi.

MirrorMe menegaskan bahwa kecepatan bukanlah tujuan utama. “Kecepatan memang menarik perhatian, tapi yang paling penting adalah apa yang terjadi pada kecepatan itu - keseimbangan, waktu reaksi, dan kontrol,” ujar tim pengembang Bolt, dikutip dari Fox News, Sabtu 14 Februari 2026.

Mereka menilai kemampuan menjaga stabilitas di laju ekstrem justru menjadi terobosan terbesar.

Bolt memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan berat sekitar 75 kilogram, mendekati ukuran manusia dewasa. Desain ini sengaja dibuat agar gerakannya terasa alami, dengan sendi baru dan sistem tenaga yang dioptimalkan penuh untuk meniru pergerakan manusia tanpa kehilangan stabilitas.

Keberhasilan Bolt merupakan hasil riset bertahun-tahun. Sejak 2016, MirrorMe telah memprioritaskan pengembangan kecepatan robot. Tahun lalu, perusahaan ini juga mencuri perhatian lewat robot Black Panther II yang disebut melampaui sejumlah uji mesin milik Boston Dynamics. China pun semakin serius mengembangkan atlet robot, termasuk menggelar ajang World Humanoid Robot Games di Beijing.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya