Berita

Prof. Musni Umar (dua dari kanan) dalam diskusi publik bertajuk "Masa Depan Pilkada: Antara Aspirasi Rakyat dan Penataan Sistem Politik" di Jakarta Pusat, Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Sosiolog: Pendidikan Rendah dan Kemiskinan Biang Kerok Politik Uang

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 22:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Praktik politik uang bisa terjadi di Indonesia karena tingkat pendidikan dan strata ekonomi masyarakat yang terbilang rendah.

"Demokrasi ini tidak kompatibel untuk rakyat kita. Bagaimana mau kompatibel? Sudah mendekati 80 tahun, pendidikan rakyat kita, sekolahnya hanya 9 tahun. Jadi artinya hanya sampai SMP, dan yang paling banyak pendidikannya itu SD," kata Sosiolog Ibnu Chaldun, Prof Musni Umar dalam diskusi publik di Jakarta Pusat, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurutnya, demokrasi tanpa politik uang hanya bisa terjadi jika masyarakatnya mendapat pendidikan yang berkualitas.


Di samping soal pendidikan, mantan Anggota DPR hasil Pemilu 1997 ini menyebut mental ekonomi masyarakat juga turut berpengaruh terhadap tingginya politik uang di setiap kontestasi elektoral.

"Apalagi kalau orang miskin itu tidak mungkin karena (mereka) ingin pendapatannya itu lebih. Karena itulah (politik uang) sarana untuk mendapatkan uang," tuturnya.

Oleh karena itu, Prof Musni mendorong pemerintah menyelesaikan persoalan kemiskinan sesegera mungkin agar di tahun politik 2029 bisa meminimalisir praktik politik uang.

"Nah, bagaimana menyelesaikan jumlah orang miskin yang sangat banyak? Ini sesuatu yang harus diatasi pemerintah. Kalau kita ingin melaksanakan demokrasi ini, rakyatnya harus dicerdaskan,” tambahnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya