Berita

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, dan mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto (kanan ke kiri). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Golkar Larang Menteri-Wamen dari Internal Dikritik di Muka Umum

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 16:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kader Golkar dilarang menyerang kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan menteri dan wakil menteri Golkar di kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Alasannya, mereka yang duduk di eksekutif adalah representasi partai. 

Begitu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

"Jangan menyerang kawan sendiri. Ini kita punya menteri yang cukup banyak. Ada 8 menteri, 3 wakil menteri, ada 1 Gubernur Lemhannas (dari Partai Golkar),” kata Sarmuji.


Jika ada kebijakan yang perlu dikritisi, Ketua Fraksi Golkar DPR ini menyarankan untuk dibahas bersama sebelum keluar ke publik. 

“Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukkan sebelum rapat dimulai,” lanjutnya.

Sarmuji pun menggunakan analogi sesama kawan partai yang saling menyerang ibarat jeruk makan jeruk. Menurutnya, itu tidak boleh.

“Agar sesama kawan sendiri, jangan sampai jeruk makan jeruk, istilahnya Mas Bambang Soesatyo,” tutupnya.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya