Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

Dari Logistik ke Lokaseva: Wajah Baru Pelindo di Balik Ambisi Menghubungkan Dunia

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada semangat baru yang berhembus dari Pelabuhan Indonesia. Per hari ini, Jumat 13 Februari 2026, Subholding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) resmi menanggalkan nama lamanya dan bertransformasi menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

Bukan sekadar ganti papan nama atau logo, perubahan ini adalah pernyataan sikap Pelindo untuk melampaui batas layanan logistik konvensional.

Nama ini diambil dari bahasa Sansekerta yang punya makna mendalam; Loka (wilayah/dunia) dan Seva (pelayanan). 


Secara filosofis, Lokaseva berarti janji untuk memberikan layanan terpadu bagi berbagai wilayah. Nama ini dipilih untuk menggambarkan peran baru perusahaan yang lebih besar: tak hanya mengurus arus barang di pelabuhan, tapi juga menghidupkan kawasan di sekitarnya.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Joko Noerhudha, menjelaskan bahwa identitas baru ini mencerminkan dua fokus utama perusahaan, yaitu Layanan Pendukung Pelabuhan dan Pengembangan Hinterland.

Layanan pendukung pelabuhan antara lain memastikan operasional di dermaga berjalan mulus. Sementara pengembangan hinterland ialah membangun infrastruktur industri dan logistik yang menyatu dengan kota ( port-cities dynamic).

"Kami ingin menghubungkan ekosistem pelabuhan dengan rantai pasok nasional secara lebih erat. Sinergi ini tujuannya satu: menciptakan efisiensi dan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Joko.

Transformasi ini juga ditandai dengan peluncuran logo anyar yang lebih modern, melambangkan kecepatan dan kolaborasi. 

Sebagai salah satu dari empat subholding hasil integrasi Pelindo sejak 2021, Pelindo Sinergi Lokaseva kini siap berlari kencang menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang tidak hanya efisien, tapi juga menyatu dengan dinamika perkotaan Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya