Berita

Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)

Politik

Melemahnya Kelas Menengah Berbahaya bagi Ekonomi dan Demokrasi

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mandiri Institute mencatat jumlah kelas menengah Indonesia kembali menyusut pada 2025, bahkan lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan daya beli masyarakat dan pertumbuhan konsumsi yang melambat.

Dalam laporannya, Mandiri Institute mengungkap jumlah kelas menengah turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025. Artinya, sekitar 1,1 juta orang keluar dari kelompok kelas menengah dalam setahun terakhir.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera. Ia menilai melemahnya kelas menengah bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga berdampak serius terhadap kualitas demokrasi dan masa depan bangsa.


“Kelas menengah itu tulang punggung bangsa. Melemahnya kelas menengah bukan cuma berbahaya bagi ekonomi bangsa tapi juga berbahaya bagi demokrasi. Justru melemahnya kelas menengah membuat suram pemajuan bangsa,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurutnya, kelas menengah selama ini menjadi motor konsumsi, penggerak kewirausahaan, sekaligus penyangga stabilitas sosial dan politik. Ketika jumlahnya tergerus, maka daya dorong ekonomi nasional ikut melemah dan ruang partisipasi publik dalam demokrasi bisa ikut terdampak.

Karena itu, Mardani mendorong adanya langkah konkret dan terukur untuk memperkuat kembali fondasi kelas menengah Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mampu memulihkan daya beli, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha produktif.

“Mesti ada gerakan kokoh membangun kelas menengah dengan aksi yang jelas dan segera,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat merumuskan strategi komprehensif agar penyusutan kelas menengah tidak terus berlanjut dan justru berbalik menjadi penguatan, sehingga visi kemajuan bangsa dapat tetap terjaga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya