Berita

Koalisi Pemerhati Hukum dan Pegiat Anti Korupsi Sulawesi Tenggara, dalam aksi demonstrasi yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

DPR Perlu Ambil Langkah Jaga Kondusifitas Investasi di Kolaka

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 11:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

DPR RI didesak segera membuka ruang dialog dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pihak terkait berkenaan kondisi iklim investasi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang belakangan dikabarkan kurang kondusif. 

Desakan itu disampaikan ratusan massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Pemerhati Hukum dan Pegiat Anti Korupsi Sulawesi Tenggara, dalam aksi demonstrasi yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Aksi tersebut diadakan sebagai respons terhadap kurangnya tindakan tegas dan penegakan supremasi hukum di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara di sektor pertambangan dan industri, di tengah maraknya kabar pemalakan terhadap aktivitas tambang.


Mardin Fahrun, penanggung jawab aksi menyoroti lemahnya penegakan hukum di Kabupaten Kolaka terkait keberlangsungan aktivitas pertambangan dan keselamatan pekerja.

Ia juga mempertanyakan kredibilitas penegak hukum di Kolaka, yang dianggap tidak konsisten dalam menjalankan regulasi.

“Bagaimana kita bisa percaya pada legitimasi hukum, jika para pemerintah dan penegak hukum tidak menjalankan tugasnya dengan benar,” kata Mardin dalam keterangan tertulis, Jumat 13 Februari 2026.

Dia menekankan bahwa sebagai lembaga yang mewakili suara rakyat, DPR RI harus mengambil tindakan nyata demi perlindungan pekerja dan tegaknya hukum di sektor pertambangan dan industri.

"Itu langkah penting, mengingat pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya