Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dokumen RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Menag Sebut Industri Halal Kini Jadi Fenomena Kemanusiaan Global

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 11:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada dua pilar utama untuk memperkokoh ekonomi syariah di tanah air. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungapkan, dua pilar itu adalah  ekspansi produk halal ke pasar internasional serta pengelolaan dana sosial keagamaan yang lebih modern dan terpadu.

Dalam gelaran Syariah Economic Forum 2026 di Jakarta, Menag menyoroti bahwa potensi ekonomi syariah Indonesia masih sangat besar untuk dieksplorasi lebih jauh, terutama di luar pasar domestik.

“Yang kita capai sekarang ini baru menggarap pasar sendiri. Belum kita garap serius pasar luar negeri,” ujarnya, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026


Meski komoditas seperti busana muslim, kosmetik, dan farmasi halal Indonesia sudah mulai menghiasi etalase di Jeddah, Dubai, hingga Terusan Suez, Menag mengingatkan pentingnya aspek teknis produk. Menurutnya, kreativitas saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan global.

“Estetikanya sudah bagus, kreativitasnya luar biasa. Tinggal kualitas dan daya tahan produknya yang harus kita tingkatkan,” tegasnya.

Saat ini, Indonesia memimpin di posisi pertama dunia untuk busana Muslim serta peringkat kedua untuk kosmetik halal dan pariwisata ramah Muslim. Menag percaya angka ini bisa melonjak drastis dengan strategi ekspor yang tepat.

"Kalau kita serius menggarap pasar Timur Tengah dan global, capaian kita bisa tiga kali lipat dari sekarang,” tuturnya optimis.

Ia juga menambahkan bahwa industri halal kini telah menjadi tren universal yang melampaui batas religi.

“Di Inggris, Jepang, Thailand, bahkan Amerika, mereka berlomba membuat produk halal. Ini fenomena kemanusiaan, bukan sekadar isu agama,” kata Menag

Di sisi lain, sektor dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, dan sedekah dipandang sebagai instrumen vital untuk mengentaskan kemiskinan jika dikelola secara profesional dan berbasis data.

Berdasarkan proyeksi, potensi dana umat Indonesia sangatlah fantastis.

“Minimum Rp500 triliun bisa kita kumpulkan setiap tahun. Idealnya bisa Rp1.200 triliun,” jelas Menag.

Angka tersebut berasal dari akumulasi zakat, infak, kurban, hingga wakaf. Namun, tantangan terbesarnya adalah sinkronisasi antar-lembaga dan akurasi data agar bantuan tepat sasaran.

“Kalau ini dikelola secara sinergis dan profesional, kita bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem hanya dengan sebagian kecil dari dana itu,” paparnya, sambil  menekankan pentingnya strategi distribusi yang spesifik.

“Siapa yang perlu dibantu dengan ikan, siapa yang perlu pancing, siapa yang perlu perahu. Ini harus berbasis data,” tegasnya.

Menag berharap optimalisasi ini menjadikan umat lebih mandiri dan bermartabat dalam mendukung pembangunan nasional.

“Dana umat harus mampu membiayai umatnya sendiri secara bermartabat dan profesional,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya