Berita

Program Waste Management dari BSI (Foto: Istimewa)

Bisnis

Warga Bantar Gebang Sulap Sampah Jadi Sumber Penghasilan

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 10:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah gunungan sampah TPA Bantar Gebang, Bekasi, ribuan warga bertahan hidup dari sisa yang dibuang orang lain. 

Data SIPSN KLHK mencatat, pada 2024 Indonesia menghasilkan 32,85 juta ton sampah per tahun, sebagian besar belum terkelola dengan baik. Bantar Gebang pun menjadi saksi nyata krisis lingkungan sekaligus sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Melihat kondisi tersebut, Bank Syariah Indonesia bersama BSI Maslahat menghadirkan Program Waste Management. Melalui program ini, warga diajak memandang sampah bukan lagi sebagai barang bekas, melainkan sebagai peluang. Masyarakat dibina membentuk Koperasi BSI Berkah dan dilatih mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai jual, seperti tote bag, mulai dari memilah, menyetrika, hingga menjahit.


Perubahan pun terasa. Wajah-wajah yang dulu lelah kini dipenuhi harapan.

“Seneng rasanya dapat kegiatan ini, lumayan buat ngurangin sampah di rumah saya, sama bisa jadi duit tambahan,” ujar Ibu Syariah (34), salah satu peserta pelatihan.

Program ini tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka jalan menuju usaha berbasis UMKM. Warga mulai melihat peluang meningkatkan pendapatan tanpa harus menjual semua sampah ke pengepul.

“Akhirnya ada juga program pelatihan kaya gini juga, yang bisa jadi ide usaha jadi gausah dijual semua ke pengepul,” kata Ibu Syai (40).

Di balik bau menyengat dan tumpukan sampah, kini lahir karya dan semangat baru. Program Waste Management membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, harapan tetap bisa tumbuh, bahkan dari tempat yang selama ini dianggap tak bernilai. 

BSI Maslahat pun menegaskan bahwa kebaikan kecil mampu memberi dampak besar, merajut masa depan dari sesuatu yang sebelumnya dipandang sebagai limbah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya