Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Emas Dunia Anjlok ke Titik Terendah Sepekan

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas mengalami terjun bebas pada perdagangan Kamis 12 Februari 2026, menyentuh titik terendah dalam sepekan terakhir. 

Pelemahan ini dipicu oleh solidnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mendinginkan harapan pasar akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Kondisi pasar diperburuk oleh tertembusnya level psikologis di mana emas sempat menyentuh 5.000 Dolar AS per ons, yang memicu gelombang penjualan otomatis (stop-loss) secara masif. 


Dikutip dari Reuters, emas spot anjlok 2,8 persen menjadi 4.938,69 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 12 Februari 2026, setelah menyentuh posisi terendah sejak 6 Februari di awal sesi. 

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup melorot 2,9 persen menjadi 4.948,4 Dolar AS per ons.

Penambahan 130.000 pekerjaan pada Januari, turunnya tingkat pengangguran ke 4,3 persen, serta menyusutnya klaim tunjangan pengangguran memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih terlalu tangguh bagi The Fed untuk segera melonggarkan kebijakan moneter.

Bunga yang bertahan lama di level tinggi merugikan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).

Kejatuhan emas turut menyeret logam mulia lainnya. Perak ambruk 8,9 persen, diikuti merosotnya platinum (4,7 persen) dan paladium (3 persen).

Kini, fokus investor beralih pada rilis data inflasi AS hari Jumat. Jika inflasi melambat ke angka 2,4 persen atau 2,5 persen sesuai prediksi, tekanan terhadap emas diharapkan mereda dan membuka peluang bagi logam kuning ini untuk kembali bangkit.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya