Berita

Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Hukum

Mantan Wakapolri:

SP3 Eggi-Damai Harusnya juga Berlaku untuk Roy Suryo Cs

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 22:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, harusnya berlaku untuk semua.

Hal itu disampaikan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno saat menjadi saksi ahli bagi tersangka Roy Suryo Cs di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026.

"SP3 Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis secara tersurat dan tersirat karena mereka (kubu Jokowi) melaporkan delapan orang berarti penghentian penyidikan juga harusnya diberikan pada seluruh yang dilaporkan (Roy Suryo Cs). Tidak bisa diambil sendiri dua orang di SP3, yang lain tidak," kata Oegroseno.


Para tersangka lain dalam kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di antaranya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) serta beberapa lainnya.
 
Oegroseno juga mempertanyakan alasan restorative justice (RJ) untuk Eggi dan Damai. Menurutnya, selama tidak meninggal dunia, RJ haru berperdoman dan memiliki alasan yang jelas bukan hanya karena sesuatu hal.

Apalagi, ia juga memandang tidak pernah terjadi ada perbuatan delik aduan pencemaran nama baik atau fitnah dengan melaporkan lebih dari satu orang, dalam hal ini ada beberapa yang jadi tersangka lewat jeratan Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan atau fitnah dalam KUHP lama. 

Selain Oegroseno, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary dan mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga menjadi saksi ahli dalam perkara ini.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya