Berita

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo (Dokumentasi Satgas Damai Cartenz)

Presisi

KKB Diduga Jadi Dalang Penembakan Pesawat Smart Aviation di Papua

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menjadi dalam penembakan pesawat maskapai Smart Aviation di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. 

Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan registrasi PK-SNR itu diketahui terbang dari Bandara Tanah Merah menuju Korowai Batu. Saat mendarat sekitar pukul 11.05 WIT, pesawat tiba-tiba ditembaki oleh orang tak dikenal dari arah sekitar bandara. 

Insiden tersebut menewaskan dua awak pesawat. Pilot Kapten Egon Erawan dan co-pilot Kapten Baskoro meninggal dunia akibat luka tembak. Sementara itu, 13 penumpang yang berada di dalam pesawat dilaporkan selamat.


Selain menimbulkan korban jiwa, tembakan juga menyebabkan kerusakan pada pesawat, termasuk pecahnya jendela serta kebocoran pada tangki bahan bakar.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan kelompok yang diduga terlibat berasal dari wilayah Yahukimo.

"KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Februari 2026.

“Masih diburu,” sambungnya. 

Pihak kepolisian masih mendalami motif penyerangan serta mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Aparat keamanan juga meningkatkan pengamanan di sekitar bandara dan wilayah sekitarnya guna mencegah gangguan lanjutan.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua, yang kerap menjadi jalur vital distribusi logistik dan transportasi masyarakat.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan identitas dan jaringan kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pesawat Smart Aviation ditembaki saat baru mendarat di Bandara Koroway pada Rabu 11 Februari 2026, kemarin. 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya