Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Dikutip dari Reuters, Kamis 12 Februari 2026, pusat data yang berada di Indiana, Amerika Serikat (AS) tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt saat sudah beroperasi penuh. Menurut operator jaringan listrik AS, jumlah ini setara dengan pasokan listrik untuk sekitar 800.000 rumah, menegaskan betapa masifnya kebutuhan energi proyek tersebut.
Sebelumnya, pada November lalu, Meta menyatakan akan menginvestasikan hingga 600 miliar Dolar AS untuk infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat selama tiga tahun ke depan, termasuk pembangunan pusat-pusat data.
Populer
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36
UPDATE
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09
Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50