Berita

Ilustrasi penutupan jalan setelah penembakan massal di sekolah British Columbia, Kanada (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CBC)

Dunia

Tragedi Penembakan di British Columbia: 10 Orang Tewas, Sekolah Ditutup

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kota kecil Tumbler Ridge di British Columbia diliputi duka setelah penembakan massal di sebuah sekolah menengah yang menewaskan sedikitnya 10 orang.

Kepolisian Kanada (RCMP) dalam pernyataan yang dikutip redaksi dari Reuters, Kamis 12 Februari 2026 menyebut enam korban ditemukan meninggal di dalam area sekolah. Salah satu korban tewas adalah pelaku.

Dua korban lainnya ditemukan di sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. 


"Satu orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," terang kepolisian. 

Selain itu, sedikitnya dua orang mengalami luka serius atau mengancam jiwa, dan hingga 25 orang lainnya menderita luka ringan.

Pelaku dideskripsikan sebagai seorang perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun. Ia ditemukan tewas di lokasi dengan luka yang diduga dilakukan sendiri. Polisi memastikan tidak ada pelaku lain dan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat.

Peristiwa penembakan terjadi pada Selasa 10 Februari 2026 waktu setempat dan langsung memicu kepanikan di sekolah yang memiliki sekitar 160 siswa berusia 12 hingga 18 tahun. 

Seorang siswa berusia 17 tahun mengatakan sekolah sempat diberlakukan penguncian (lockdown) selama lebih dari dua jam sejak sekitar pukul 13.30. Meski tidak mendengar suara tembakan secara langsung, sejumlah murid kemudian memperlihatkan foto-foto yang menunjukkan bercak darah di lokasi kejadian.

Orang tua siswa berbondong-bondong mendatangi pusat komunitas setempat untuk menunggu kabar keselamatan anak-anak mereka.

“Itu adalah situasi yang tidak pernah ingin Anda hadapi lagi. Apa yang saya lihat sangat menghancurkan. Banyak orang tua hanya menunggu kabar apakah anak mereka selamat atau tidak,” ujar pendeta lokal George Rowe. 

Menteri Keamanan Publik British Columbia, Nina Krieger, mengatakan polisi tiba di lokasi hanya dua menit setelah laporan diterima, yang kemungkinan besar mencegah jatuhnya lebih banyak korban. 

Pemerintah daerah menutup sekolah hingga akhir pekan dan menyediakan layanan konseling bagi siswa serta warga yang terdampak.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menunda sejumlah agenda kenegaraan sebagai bentuk penghormatan. Tragedi ini kembali memicu perbincangan tentang kekerasan bersenjata di Kanada, negara yang selama ini dikenal memiliki aturan kepemilikan senjata lebih ketat dibanding Amerika Serikat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya