Berita

Manajer Ekonomi Pembangunan Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Adidaya Institute: Menteri Harus Paham Laksanakan Strategi Big Bang

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 21:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keberadaan posisi pembantu presiden atau jajaran menteri menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan strategi Big Bang dan Big Push dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. 

Dikatakan Manajer Ekonomi Pembangunan Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, jajaran menteri akan menjadi aktor utama dalam mengatur dan mengelola sumber daya program-program Big Bang dan Big Push yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi seluruh pembantu Presiden (Menteri) harus paham apa maunya Presiden (dalam mengatasi kemiskinan). Bagaimana cara men-delivery (eksekusi program), itu menjadi hal yang penting," kata Bramastyo kepada wartawan, Rabu 11 Februari 2026.


Kata dia, tujuh program prioritas mulai Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, 3 Juta Rumah/FLPP, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Lumbung Pangan, dan Kampung Nelayan bukanlah program terpisah.

"Ini adalah paket terintegrasi yang menargetkan simpul kemiskinan multidimensi," ujarnya.

Karena itu, kata Bram lagi, kemampuan mengeksekusi menteri menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan strategi Big Bang. 

Meski tingkat pemahaman figur menteri tersebut dinilai low understanding atau lemah, Presiden Prabowo, ungkapnya, akan cenderung mempertahankan para menteri yang dianggapnya mampu mengeksekusi program ketimbang memasukkannya dalam daftar reshuffle. 

“Kita lihat sendiri, pembantu Presiden yang model begini (hanya melaksanakan pilihan Presiden) tetap dipertahankan oleh Presiden. Kenapa? Karena Presiden butuh orang yang bisa men-delivery pikiran-pikirannya,” ujarnya. 

Bram juga mengingatkan para menteri untuk memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik. Sebab jika hanya memiliki kemampuan eksekutorial tanpa komunikasi publik yang baik, kondisi tersebut tentu tidak menguntungkan Presiden Prabowo. 

Terutama, sambungnya, dalam program program prioritas yang menggunakan strategi pembangunan Big Bang dan Big Push. 

"Komunikasi publik (Menteri) ini juga jadi catatan bagi kita. Kebijakan publik sudah on the right track, tetapi komunikasi publik para pembantu Presiden perlu di upgrade hingga bisa menjadi high understanding dan high delivery," pungkasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya