Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Indeks Utama Wall Street Berpeluang Naik Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 20:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis pada Rabu, 11 Desember 2026 waktu setempat, seiring pelaku pasar menunggu rilis laporan tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) Januari yang sempat tertunda. 

Data ini menjadi perhatian utama karena akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dikutip dari Yahoo Finance, pergerakan pasar saham terlihat sejak awal perdagangan. Kontrak berjangka Dow Jones naik sekitar 0,1 persen dan membuka peluang indeks tersebut melanjutkan penguatan ke level rekor baru. Kontrak berjangka S&P 500 juga menguat 0,1 persen, sementara Nasdaq 100 naik 0,2 persen.


Penguatan ini menyusul penutupan bursa sehari sebelumnya yang bergerak beragam. Dow Jones mencatat rekor penutupan ketiga berturut-turut dengan kenaikan 52 poin atau 0,1 persen ke level 50.188. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,3 persen ke 6.942, Nasdaq melemah 0,6 persen ke 23.102, dan Russell 2000 turun 0,4 persen ke 2.679.

Tekanan pasar muncul setelah data penjualan ritel AS menunjukkan perlambatan, meskipun musim laporan keuangan perusahaan sejauh ini tergolong kuat. Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati menunggu arah ekonomi selanjutnya.

Laporan NFP diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 66.000 lapangan kerja pada Januari, meningkat dari 50.000 pada Desember. Angka ini menjadi krusial karena akan menentukan apakah pasar tenaga kerja mulai melemah secara signifikan.

Analis pasar Scope Markets, Joshua Mahony, mengatakan investor kini menimbang apakah pelemahan pasar kerja cukup kuat untuk mendorong Ketua The Fed Jerome Powell mengambil langkah pelonggaran sebelum masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

“Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 40 persen bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneter pada Maret atau April,” ujar Mahony.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya