Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Mentan Klaim Stok Pangan Nasional Surplus Selama Bulan Ramadan hingga Idulfitri 2026

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan nasional dalam kondisi aman dan surplus menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 2026. 

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Amran menjelaskan, pemerintah telah melakukan pemantauan menyeluruh terhadap stok bahan pangan pokok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan. 


Dikatakan Amran, ketersediaan pangan nasional dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan, karena sembilan bahan pokok telah swasembada.

“Disampaikan adalah stok pangan menghadapi bulan suci Ramadan. Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup. Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor Minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya Kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai, lebih dari cukup sampai idul fitri,” paparnya usai pertemuan.

Selain memastikan pasokan terjaga, pemerintah juga menargetkan stabilitas harga bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran. Amran menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat agar tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Target pemerintah adalah konsumen. Apalagi Idulfitri. Ramadan itu menikmati harga yang baik dibanding sebelumnya. Nggak boleh harga naik,” tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga daging, pemerintah telah berkoordinasi dengan pelaku usaha peternakan dan rumah potong hewan (RPH). 

“Kemarin ada yang Kami sudah sepakat seluruh feed lotter dan RPH, itu kami minta nggak menaikkan harga. Ada yang naikkan satu Langsung kami tegur,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengawasan nasional guna mencegah spekulasi harga. 

“Tapi ke depan kalau ada yang naikkan harga feed lotter, kami cek, kami monitor. Tim ini ada seluruh Indonesia Kami bentuk. Dan setiap polda itu dikrimsus yang memimpin kalau ada yang menaikkan, izinnya kami cabut,” pungkas Amran.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya