Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Airlangga soal Kondisi Ekonomi RI: Pertumbuhan Tahunan Sangat Baik

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 19:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi terkini perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri ekonomi yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026.

Rapat tersebut digelar sehari setelah Prabowo melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah taipan di Hambalang, Bogor.

Dalam ratas tersebut, Airlangga mengungkapkan salah satu yang dibahas adalah pembaruan indikator makroekonomi terbaru, termasuk capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.


“Tadi saya melakukan rapat dengan bapak presiden. Yang pertama dilaporkan adalah terkait dengan pembaruan indikator makroekonomi terkini. Pertama, tentu pertumbuhan ekonomi kita di kuartal keempat sebesar 5,39 persen. Ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20. Kemudian pertumbuhan tahunan (year on year) sebesar 5,11 persen, ini juga sangat baik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain pertumbuhan, pemerintah juga melaporkan ekspansi ekonomi yang masih terjaga. Sektor manufaktur, kata dia, tetap berada di zona ekspansi dengan indeks 52,6.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari juga mengalami kenaikan dibanding Desember menjadi 127. Sementara itu, jika mengacu pada Mandiri Spending Index, angkanya tercatat di level 372,5.

"Tadi juga dilaporkan kepada bapak presiden bahwa penjualan riil juga tumbuh 7,9 persen secara tahunan (yoy). Ini mengalami kenaikan dari bulan Desember yang tumbuh sebesar 3,5 persen," jelasnya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa penjualan riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan yoy, meningkat signifikan dari Desember yang hanya tumbuh 3,5 persen.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia disebut masih mencatatkan surplus selama 68 bulan berturut-turut, dengan nilai terbaru sebesar 2,51 miliar dolar AS.

"Realisasi dari PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) mencapai 1.931,2 triliun rupiah," tuturnya.

Sementara dari segi cadangan devisa, posisinya tetap tinggi di angka 154,6 miliar Dolar AS, dan pertumbuhan kredit tinggi di angka 9,69 persen.

Tak hanya itu, Airlangga juga melaporkan bahwa seluruh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s, Fitch, dan S&P masih mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade.

“Memang ada outlook negatif dari Moody’s. Nah, ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas rencana stimulus ekonomi yang akan digelontorkan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Stimulus tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal berjalan.

Untuk diketahui, para pejabat mulai berdatangan hadir ke Istana sejak pukul 13.00 WIB, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Turut hadir pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya