Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

Gus Ipul: 106 Ribu Peserta BPJS PBI Penyakit Kronis Sudah Direaktivasi

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 22:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan reaktivasi otomatis kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi lebih dari 106 ribu penderita penyakit kronis dan katastropik mulai berlaku hari ini. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan seluruh peserta yang masuk dalam kategori penyakit berat seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal kini kembali aktif tanpa perlu pengajuan manual.

"Yang pertama ini sudah otomatis aktif, jadi otomatis sudah direaktivasi. Jadi yang 106 ribu lebih itu sudah direaktivasi per hari ini ya," kata Gus Ipul di Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.


Gus Ipul menjelaskan, status kepesertaan BPJS PBI hasil reaktivasi otomatis ini berlaku sementara selama tiga bulan. Dalam rentang waktu tersebut, Kemensos akan melakukan evaluasi ulang terhadap kelayakan masing-masing penerima bantuan.

"Selama 3 bulan ke depan, nanti hasilnya kita lihat apakah memenuhi syarat ya. Bagi yang memenuhi syarat, ya tentu akan mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat kita sarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri," ujarnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kemensos juga akan melakukan pengecekan lapangan atau ground check bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Pengecekan ini bertujuan memastikan posisi ekonomi penerima bantuan berdasarkan kelompok desil kesejahteraan.

"Untuk itulah ground check ini memastikan apakah para penerima manfaat ini berada di desil 1 sampai 5 atau di atasnya, desil 6 sampai 10. Ini yang memang akan dipastikan lewat metode-metode yang sudah disiapkan," pungkas Gus Ipul.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya