Berita

Ilustrasi Hari Valentine (Sumber: Freepik)

Nusantara

Sejarah Hari Valentine, Asal-usul dan Tradisi Hari Kasih Sayang

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 18:46 WIB

Hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang diperingati setiap pada 14 Februari setiap tahunnya untuk mengekspresikan kasih sayang dan cinta. Perayaan ini sudah berlangsung selama berabad-abad dan memiliki sejarah yang panjang.

Melansir laman National Today, Hari Valentine yang dikenal sekarang ternyata memiliki sejarah panjang yang berakar pada tradisi kuno. Perayaan ini diyakini berasal dari penghormatan terhadap para santo pelindung bernama Valentine, yang diresmikan Gereja Katolik pada tahun 496 M.

Langkah ini dilakukan untuk menggantikan festival pagan Lupercalia yang dianggap terlalu brutal. Festival Lupercalia merupakan ritual kesuburan yang dirayakan pada awal musim semi, tepatnya pada 15 Februari.


Dalam perayaan ini, orang Romawi mempersembahkan korban berupa kambing dan anjing, yang masing-masing melambangkan kesuburan dan kemurnian. Kulit kambing yang telah dicelupkan dalam darah kemudian digunakan untuk "memberkati" wanita dan tanaman agar subur sepanjang tahun.

Namun, unsur romantis dalam Hari Valentine yang dirayakan sekarang diyakini berasal dari kisah seorang pendeta bernama Santo Valentine. Ia dihukum mati oleh Kaisar Claudius II Gothicus sekitar tahun 270 M.

Beberapa legenda menyebutkan bahwa Valentine menikahkan pasangan secara rahasia untuk menghindari wajib militer. Sebelum divonis hukuman mati, Santo Valentine sempat ditahan di sebuah penjara. 

Meskipun berada di dalam penjara, Santo Valentine tetap mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar berupa surat dan bunga yang diletakkan di jendela penjara hingga kunjungan rutin masyarakat. Salah satu yang rutin mengunjungi Santo Valentine di dalam penjara saat itu adalah putri dari sipir penjara. 

Mereka sering berbincang lama dan gadis tersebut berhasil menumbuhkan kembali semangat Santo Valentine. Putri sipir penjara menganggap apa yang sudah dilakukan oleh Santo Valentine adalah hal yang benar.

Sebelum akhirnya Santo Valentine dipenggal pada tanggal 14 Februari, ia menyempatkan diri untuk menuliskan surat kepada gadis putri penjara dan ditutup dengan kalimat "from your Valentine" (dari Valentine-mu). Surat ini kemudian yang menjadi sejarah awal dari tradisi Hari Valentine.

Abad ke-15, Hari Valentine mulai dikaitkan dengan romansa. Tradisi bertukar pesan cinta semakin populer, ditandai dengan surat dan puisi yang ditulis tangan. 

Pada pertengahan abad ke-19, kartu ucapan Valentine mulai diproduksi massal, diikuti tren pemberian hadiah permen dan bunga mawar merah yang melambangkan cinta dan keindahan. Kini, Hari Valentine tidak hanya menjadi momen spesial bagi pasangan, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang kepada teman dan keluarga. 

Momentum ini dimanfaatkan dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan spesial, sehingga Hari Valentine terus menjadi salah satu perayaan yang paling dinantikan setiap tahun. Hari Valentine dirayakan dengan cara yang berbeda di berbagai belahan dunia.

Di Brasil, Hari Kasih Sayang dirayakan dengan penuh semangat pada Dia dos Namorados atau Hari Para Nasional setiap 12 Juni. Momen ini menjadi kesempatan bagi pasangan untuk bertukar hadiah dan mengungkapkan cinta mereka.

Di Valencia, Spanyol, Hari Kasih Sayang dirayakan setiap 9 Oktober, dengan membuat patung kecil dari marzipan yang disebut macadora. Tradisi manis ini menjadi simbol cinta dan kreativitas dalam hubungan.

Di Wales, Inggris, perayaan cinta dilakukan dengan cara unik, yaitu bertukar lovespoon atau sendok kayu buatan tangan dengan ukiran indah setiap 25 Januari. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-17, dan melambangkan kasih serta komitmen dalam hubungan.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya