Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Serap Aspirasi APINDO, Dorong Industri Padat Karya dan Daya Saing Global

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 15:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyerap berbagai aspirasi kalangan dunia usaha dalam pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin malam, 9 Februari 2026. 

Hal itu diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi HBKN Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Selasa, 10 Februari 2026.

Dikatakan Pras, Presiden memperoleh sejumlah pandangan dari pengusaha yang menyoroti perlunya kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta. 


“Mendapatkan Input dari pengusaha yang intinya adalah bagaimana peran sektor swasta, pengusaha dan pemerintah ini harus berjalan beriringan Indonesia incorporated,” ujar Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan pelaku usaha sepakat bahwa sektor swasta memegang peranan penting sebagai motor penggerak ekonomi nasional. 

“Disepakati bahwa Sektor swasta yang kuat, maju terus harus kita bantu, kita dorong Karena Salah satu kunci Ekonomi adalah di teman-teman swasta Pengusaha ini,” sambungnya.

Selain itu, Presiden memberikan sejumlah usulan strategis, khususnya terkait pengembangan sektor padat karya yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global. 

“Di situkan bagaimana mengembangkan sektor-sektor padat karya. Bagaimana kita lebih kompetitif dalam hal misalnya industri tekstil, Industri garmen, industri sepatu. Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus Juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global,” jelas Prasetyo.

Ia menegaskan, tantangan persaingan global menuntut Indonesia tidak hanya mengandalkan pasar domestik. 

Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai penting agar produk nasional mampu merebut pangsa pasar internasional. 

“Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan aktif market di dalam negeri, sementara beberapa negara yang lain mengambil pangsa-pangsa tersebut yang sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya