Berita

Pemilik Blueray Cargo, John Field (Foto: Humas KPK)

Hukum

KPK Curigai Pemilik Blueray Cargo Hilangkan Barang Bukti Selama Pelarian

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai pemilik PT Blueray Cargo, John Field, telah menghilangkan barang bukti selama masa pelariannya sebelum akhirnya menyerahkan diri. John Field diketahui berstatus tersangka dalam perkara dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik akan mendalami aktivitas dan keberadaan John Field selama jeda waktu tersebut.

“Kenapa? Karena tentunya kami tidak ingin jeda waktu itu digunakan oleh yang bersangkutan, misalnya untuk memindahkan atau menghilangkan bukti-bukti dan lain-lain. Bukti-bukti tersebut sangat penting bagi kami,” ujar Asep, dikutip RMOL, Selasa 10 Februari 2026. 


Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan John Field menemui saksi-saksi untuk mempengaruhi keterangan mereka dalam proses pemeriksaan.

“Itu juga salah satu yang sedang kami dalami. Apakah yang bersangkutan bertemu dengan para saksi, termasuk terkait dengan bukti-bukti yang dimilikinya,” pungkas Asep.

Kasus ini bermula dari dugaan suap pengurusan importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). 

Pada Oktober 2025, diduga terjadi permufakatan jahat antara oknum DJBC dengan pihak PT Blueray Cargo untuk mengatur jalur importasi agar barang masuk tanpa pemeriksaan fisik.

Dalam praktiknya, parameter jalur merah diduga dikondisikan sehingga barang impor PT Blueray Cargo dapat lolos tanpa pengecekan. Pengaturan tersebut memungkinkan masuknya barang-barang ilegal, palsu, atau KW ke Indonesia.

Sebagai imbalan, pihak PT Blueray Cargo diduga menyerahkan uang secara rutin kepada oknum DJBC sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026. Dugaan suap ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 4 Februari 2026.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya