Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis Dibayangi Gangguan Pasokan

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 10:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, didorong sikap pelaku pasar yang hati-hati terhadap pasokan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 25 sen atau 0,4 persen menjadi 68,79 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 23 sen atau 0,4 persen ke level 64,13 Dolar AS per barel.

Penurunan ini terjadi sehari setelah harga minyak naik lebih dari 1 persen pada Senin, menyusul imbauan dari Badan Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS agar kapal niaga berbendera AS menjauh sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran. Kapal juga diminta menolak secara verbal jika pasukan Iran meminta izin untuk naik ke kapal.


Sekitar 20 persen konsumsi minyak global memang melewati Selat Hormuz, yang jadi jalur penting antara Oman dan Iran, sehingga setiap eskalasi di wilayah ini berpotensi besar mengganggu pasokan energi dunia.

Iran bersama negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mereka melalui selat tersebut, terutama menuju pasar Asia.

Imbauan AS ini muncul meski diplomat utama Iran mengatakan pekan lalu bahwa pembicaraan nuklir yang dimediasi Oman dengan Washington telah dimulai dengan “awal yang baik” dan akan berlanjut.

Namun, ketidakpastian masih membayangi pasar. “Meski pembicaraan di Oman menghasilkan nada yang hati-hati namun positif, ketidakpastian soal potensi eskalasi, pengetatan sanksi, atau gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat premi risiko tetap ada,” tulis analis IG, Tony Sycamore, dalam catatan kepada klien.

Di sisi lain, Uni Eropa mengusulkan perluasan sanksi terhadap Rusia dengan memasukkan pelabuhan di Georgia dan Indonesia yang menangani minyak Rusia. Ini akan menjadi pertama kalinya Uni Eropa menargetkan pelabuhan di negara ketiga.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperketat tekanan terhadap ekspor minyak Rusia yang jadi sumber pendapatan utama Moskow, terkait perang di Ukraina.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya