Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 07:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak bersikap anti terhadap kritik. Alih-alih menghindar, Prabowo justru memahami cara menangani kritik secara efektif, meski kadang terlihat bawa perasaan alias baper dalam meresponsnya.

Hal tersebut disampaikan  Analis komunikasi politik Hendri Satrio, dalam acara diskusi secara daring bertajuk "Dinamika Politik Awal Tahun: Prabowo Anti Kritik" yang diselenggarakan oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita. Acara itu menghadirkan sejumlah narasumber seperti Peneliti BRIN R. Siti Zuhro, Chusnul Mar'iyah, Bambang Harymurti, dan juga Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

"Pak Prabowo itu tidak anti kritik, menurut saya dia memahami bagaimana menangani kritik termasuk dengan berdialog dan merangkul semua," kata sosok yang akrab disapa Hensat itu, dikutip di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mencontohkan respons Prabowo di Rakor Pemerintah Pusat dan Daerah yang menantang para pengkritik yang tidak suka dengan kebijakannya untuk bertarung di Pemilu 2029.

"Rakornas kemarin Prabowo ngomong 'Kalau nggak suka dengan kebijakan saya, tarung di 2029,' nah apakah itu anti-kritik? Enggak. Cuma dia baper aja dan baper itu manusiawi," ujarnya.

Hensat berpendapat, stigma anti-kritik muncul karena kesenjangan kualitas (gap) antara Prabowo dengan para pembantunya, sehingga masukan sulit sampai optimal.

Pejabat negara, menurutnya, cenderung menghindari komunikasi langsung dengan masyarakat karena takut blunder yang berujung reshuffle.

"Saat ini, pejabat-pejabat negara sekarang menghindari berkomunikasi langsung dengan rakyat, karena mereka takut blunder, kemudian menjadi masalah di mereka yang bisa membuat mereka kena reshuffle," jelasnya.

Meski demikian, Hensa melihat ada perbaikan dalam komunikasi pemerintah. Beberapa figur seperti Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya mulai aktif menjelaskan kebijakan ke publik, sehingga tekanan komunikasi tidak sepenuhnya jatuh ke Presiden.

Ia mendorong pemerintah perlu memperkuat respons komunikasi terhadap kritik faktual, sementara pers dan publik menjaga ruang kritik agar tetap sehat, bukan berubah menjadi stigma atau serangan personal.

"Harus diakui memang gap kualitas antara Prabowo dan para pembantunya di pemerintahan memang memperparah kondisi komunikasi yang akhirnya menyebabkan Prabowo mendapatkan label anti-kritik, dan seharusnya para jajaran mulai menyadari akan komunikasi yang baik," tutup Hensat.  

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya