Berita

Dialog Sosial bersama para penggarap lahan di Kantor Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. (Foto: Dokumentasi Yayasan Trisakti)

Nusantara

Yayasan Trisakti Gelar Dialog Sosial dengan Penggarap Lahan di Cianjur

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 23:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sebagai langkah nyata dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 22 Januari 2026 lalu, Yayasan Trisakti melalui unit usahanya, PT Cirata Wahana Pesona Sakti (CWPS) menyelenggarakan kegiatan Dialog Sosial bersama para penggarap lahan di Kantor Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. 

Dialog ini merupakan rangkaian penting setelah Yayasan Trisakti resmi menjalin kerja sama dengan CV. Nera Agro Mandiri (NAM) dalam pengelolaan lahan seluas ±80 hektare untuk produksi jagung hibrida. 

Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun ke depan dengan tujuan mengoptimalkan produktivitas lahan melalui pertanian modern dan berkelanjutan.


Kesepakatan Kolaboratif dengan Masyarakat Dalam dialog tersebut, sebanyak 33 penggarap resmi yang memiliki surat pernyataan garapan hadir dan menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan lahan garapan kepada PT. CWPS guna dikelola lebih lanjut oleh CV. NAM. Guna menjaga aspek kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi warga, disepakati bahwa lahan yang saat ini masih ditanami dan dalam perawatan akan diberikan waktu hingga masa panen selesai sebelum diserahterimakan sepenuhnya.

Direktur Utama PT CWPS, H. Abdul Karim, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan transisi pengelolaan lahan berjalan harmonis. 

Hal ini sejalan dengan komitmen Komisaris CV. Nera Agro Mandiri, Alfian Syukur, yang menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam memberdayakan petani di sekitar lokasi proyek.

“Pemberdayaan tenaga kerja lokal fokus utama dari kolaborasi ini adalah penanaman jagung hibrida yang tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga melibatkan para penggarap lama dan petani sekitar sebagai tenaga kerja,” Abdul karim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, 9 Februari 2026. 

Dengan skema ini, pengelolaan lahan diharapkan menjadi model kolaborasi pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Dukungan Multi-Pihak Kegiatan dialog sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan dan keamanan setempat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain: PT. CWPS: H. Abdul Karim (Direktur Utama), CV. Nera Agro Mandiri: Alfian Syukur (Komisaris) dan Ibu Susan (Direktur), Kompol Faisal (Kabag SDM Polres Cianjur mewakili Kapolres) dan perwakilan Polsek Mande.

Hadir pula pemerintah daerah di antaranya H. Eppi Rusmana (Camat Mande), Nanang Suryana (Kepala Desa Mande), serta perwakilan Dinas Pertanian Cianjur, Anang (Danramil Mande), Penyuluh & Pendamping: Rahmat (Kepala BPP Mande) dan Agusliman (Pendamping Desa). Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal transformasi lahan Yayasan Trisakti menjadi pusat produksi jagung hibrida unggulan di Jawa Barat.


Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya