Berita

Ilustrasi Tradisi Imlek di Indonesia (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 20:29 WIB

 Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang akan diperingati pada 17 Februari 2026 menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Momen ini identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, berbagi kebahagiaan, sekaligus mengirim doa baik untuk keberuntungan dan rezeki di tahun yang baru.

Tak hanya sekadar perayaan pergantian tahun, Imlek juga sarat makna karena dipenuhi berbagai tradisi turun temurun. Menariknya, tradisi Imlek di Indonesia juga berkembang dengan nuansa lokal yang khas. 

Perayaan ini sering diramaikan atraksi barongsai, pembagian angpau, hingga kunjungan ke kelenteng yang menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah. 

Tradisi Imlek di Indonesia

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beragam tradisi Imlek di Indonesia.

1. Mandi Bersama di Sumur 7 Lubang dari Depok

Tradisi mandi bersama di Sumur 7 Lubang yang berada di Depok, Jawa Barat, menjadi salah satu perayaan Imlek yang cukup unik di Indonesia. Kegiatan ini biasanya dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki tahun yang baru. 


Air dari sumur tersebut dipercaya membawa keberuntungan serta menghilangkan energi negatif dari tahun sebelumnya. Banyak warga datang untuk membasuh wajah atau mandi dengan harapan mendapatkan kesehatan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik.

2. Grebeg Sudiro di Solo

Grebeg Sudiro merupakan tradisi Imlek yang rutin digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Pasar Gede. Perayaan ini menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang sudah lama hidup berdampingan. 

Berbagai rangkaian acara seperti kirab budaya, atraksi barongsai, hingga pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana. Gunungan kue keranjang juga menjadi ciri khas Grebeg Sudiro yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai lambang keberkahan.

3. Perang Air di Riau

Tradisi Perang Air di Riau menjadi salah satu kegiatan khas yang sering dilakukan saat perayaan Imlek. Tradisi ini dilakukan dengan saling menyiram air di jalanan sebagai bentuk simbolis membuang kesialan dan membersihkan diri dari hal buruk. 

Suasana perayaan biasanya berlangsung meriah karena warga ikut berbaur sambil bercanda dan tertawa. Selain menjadi hiburan, Perang Air juga dipercaya membawa keberuntungan serta mempererat hubungan antarwarga.

4. Sembahyang Bersama di Vihara di Jakarta

Vihara Dharma Bhakti di Jakarta menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk bersembahyang saat perayaan Imlek. Vihara yang berada di kawasan Kota Tua ini dikenal sebagai tempat ibadah yang selalu ramai dikunjungi umat, terutama menjelang malam Tahun Baru Imlek.

Suasana vihara biasanya dipenuhi aroma dupa dan lilin merah yang dinyalakan sebagai simbol doa dan harapan baik. Banyak orang datang untuk memanjatkan doa keselamatan, kesehatan, kelancaran rezeki, hingga keberuntungan di tahun yang baru. 

Kepadatan pengunjung di Vihara Dharma Bhakti pun kerap menjadi pemandangan khas yang identik dengan perayaan Imlek di Jakarta.

5. Pertunjukan Barongsai

Pertunjukan barongsai selalu menjadi tradisi yang identik dengan perayaan Imlek di Indonesia. Atraksi ini sering digelar di kelenteng, pusat perbelanjaan, hingga festival budaya di berbagai kota. 

Barongsai dipercaya mampu mengusir roh jahat sekaligus mendatangkan keberuntungan bagi masyarakat. Selain sarat makna, pertunjukan ini juga menjadi hiburan yang menarik perhatian karena gerakan tariannya yang energik dan meriah.

6. Bersih-Bersih Rumah

Tradisi bersih-bersih rumah menjelang Imlek masih dilakukan oleh banyak keluarga Tionghoa di Indonesia. Kegiatan ini dipercaya sebagai cara membersihkan rumah dari energi negatif yang terbawa sepanjang tahun sebelumnya. 

Selain itu, rumah yang bersih dianggap sebagai simbol kesiapan menyambut keberuntungan dan rezeki di tahun baru. Setelah dibersihkan, rumah biasanya dihias dengan ornamen merah, lampion, serta dekorasi bertuliskan doa dan harapan baik.

7. Menyalakan Petasan dan Kembang Api

Petasan dan kembang api sering menjadi bagian dari perayaan Imlek yang meriah di berbagai daerah. Suara petasan dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan bagi keluarga yang merayakannya. 

Sementara itu, kembang api menjadi simbol harapan baru yang lebih cerah di tahun yang akan datang. Tradisi ini umumnya dilakukan pada malam pergantian tahun Imlek sehingga suasana perayaan terasa lebih semarak.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya