Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 12:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, diyakini tengah bermain dua kaki di kancah politik saat ini, untuk menjaga posisi partai berlogo pohon beringin menjelang tahun politik 2029.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menuturkan bahwa pegangan politik Bahlil saat ini tidak bisa dilepaskan dari dua sosok berpengaruh: mantan Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Isu pecah kongsi antara Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, menurut Efriza, sengaja dibuat abu-abu oleh Bahlil pada tahun 2026 ini.


“Bahlil secara personal punya insting kuat. Ia menyadari kedekatannya dengan Jokowi, namun juga tengah mendapat posisi penting di pemerintahan Presiden Prabowo saat ini,” ujar Efriza kepada RMOL, Senin, 9 Februari 2026.

Efriza menafsirkan bahwa pernyataan Bahlil yang menegaskan Golkar akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga selesai, merupakan bentuk komunikasi politik untuk menjaga posisi aman.

“Meski keputusan itu ditetapkan dalam Munas Golkar, ia menyadari bahwa posisinya tidak bisa bebas berbicara tanpa beban, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan,” jelasnya.

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu juga menilai bahwa Bahlil sengaja tidak secara tegas menyatakan dukungan untuk Prabowo dua periode, termasuk wacana Gibran kembali menjadi wakil presiden, karena hal itu berpotensi menjadi sandungan bagi dirinya dan Golkar, baik dari segi citra maupun elektoral.

“Oleh sebab itu, narasi yang dibicarakan Bahlil terlihat normatif, seolah hanya konsekuensi mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, sambil memastikan partai tetap aman hingga pemerintahan selesai,” tambah Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya