Berita

PM Jepang Sanae Takaichi menang pemilu cepat (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Sky News Australia)

Dunia

Sanae Takaichi Unggul dalam Pemilu Cepat Jepang

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diperkirakan meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum sela yang digelar Minggu, 8 Februari 2026, waktu setempat.

Dikutip dari BBC, Senin 9 Februari 2026, koalisi yang dipimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) disebut berhasil mengamankan 352 dari 465 kursi parlemen, dengan LDP sendiri meraih mayoritas 316 kursi, menurut hitung cepat NHK.

Takaichi, yang menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, menggelar pemilu cepat hanya empat bulan setelah menjabat, demi memperoleh mandat publik yang kuat. Langkah ini dianggap berisiko, mengingat LDP sebelumnya kehilangan mayoritas akibat skandal korupsi dan tekanan biaya hidup. 


Namun, popularitas pribadi Takaichi, dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen, tampaknya menjadi faktor penentu kemenangan.

Jika hasil ini dikukuhkan, Takaichi akan memiliki ruang besar untuk menjalankan agenda konservatifnya, termasuk pengetatan imigrasi, peninjauan kepemilikan tanah oleh asing, serta peningkatan belanja pertahanan. 

Presiden AS Donald Trump langsung memberi ucapan selamat dan menyebut Takaichi sebagai pemimpin yang “sangat dihormati dan sangat populer”.

Pemilu berlangsung di tengah cuaca ekstrem, dengan hujan salju langka di Tokyo yang menyebabkan penutupan jalur transportasi dan pembatalan penerbangan. Meski begitu, warga tetap datang ke TPS. 

“Orang-orang ingin hidup lebih baik dan nyaman, kami butuh solusi jangka panjang, bukan tambal sulam jangka pendek," kata Ritsuko Ninomiya, seorang pemilih di Tokyo.

Antusiasme Takaichi, janji belanja populis, serta aktivitas media sosialnya berhasil menarik pemilih muda. Namun, kebijakannya juga menuai kritik, terutama soal ekonomi Jepang yang lesu, utang pemerintah yang tinggi, serta hubungan yang menegang dengan China setelah ia membuka kemungkinan intervensi jika Taiwan diserang.

Meski menang besar, sebagian pemilih tetap khawatir soal keseimbangan anggaran antara pertahanan dan kebutuhan rakyat sehari-hari.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Jaminan Kesehatan 11 Juta Orang Dicabut Bikin Ketar-ketir

Senin, 09 Februari 2026 | 01:29

MKMK Tak Bisa Batalkan Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Senin, 09 Februari 2026 | 01:11

Baznas-Angkasa Malaysia Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Senin, 09 Februari 2026 | 01:01

Kata Pengantar Buku, YIM: Keadilan yang Memulihkan Hak

Senin, 09 Februari 2026 | 00:35

Bahlil Takut Disebut Pengkhianat soal Prabowo-Gibran Dua Periode

Senin, 09 Februari 2026 | 00:32

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Senin, 09 Februari 2026 | 00:09

Sakit Jokowi Dicurigai cuma Sandiwara

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27

Prestasi Timnas Futsal Jadi Kebanggaan Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22

Delegasi Indonesia Paparkan Konsep Diplomasi Humanis di YFS 2026 Jenewa

Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05

Selengkapnya