Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Istimewa)

Politik

Kata Eddy Soeparno, Pasar Karbon Punya Peran Strategis Pembiayaan Transisi Energi

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 21:01 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penguatan pasar karbon nasional memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta.

“Dengan ekosistem yang kuat dan kredibel, pasar karbon dapat menarik aliran modal global untuk mendukung penurunan emisi karbon dan transisi energi nasional,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu 7 Februari 2026.


Ia menjelaskan bahwa kebutuhan investasi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekaligus transformasi energi sangat besar, sehingga tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Oleh karena itu, kata Wakil Ketua Umum PAN ini, diperlukan skema pembiayaan alternatif yang inovatif dan berkelanjutan.

“Indonesia membutuhkan mobilisasi modal berskala besar untuk transisi energi, industrialisasi hilir, dan pembangunan ekonomi hijau. Pasar karbon dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan komitmen penurunan emisi,” tegasnya.

Dia menilai Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan pasar karbon, mulai dari potensi kawasan hutan dan mangrove, pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCS/CCUS), hingga proyek waste to energy.

Dari sisi regulasi, Eddy mengapresiasi langkah pemerintah dalam menyiapkan kerangka kebijakan perdagangan karbon, khususnya melalui penerbitan Perpres 100 tahun 2025. 

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola kelas internasional agar pelaku karbon dunia memiliki kepercayaan untuk bertransaksi karbon dengan Indonesia dalam jangka panjang.

“Regulasi sudah tersedia dan peluangnya besar. Tantangan kita sekarang adalah memastikan implementasi berjalan sesuai dengan kaedah-kaedah internasional agar pasar karbon berfungsi sebagai instrumen ekonomi nasional,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya