Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Minyak Menutup Pekan dengan Kenaikan Harga

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 10:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia ditutup menguat pada Jumat, 6 Februari 2026, masih dipicu meningkatnya kekhawatiran soal potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 50 sen atau 0,74 persen menjadi 68,05 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 26 sen atau 0,41 persen ke level 63,55 Dolar AS per barel. Dalam sesi perdagangan AS, kedua patokan sempat melonjak lebih dari 1 Dolar AS sebelum kembali melandai menjelang penutupan.

AS dan Iran diketahui menggelar negosiasi melalui mediasi Oman terkait program nuklir Teheran. Namun, perbedaan agenda membuat investor tetap gelisah. Iran ingin fokus pada isu nuklir, sementara AS mendorong pembahasan soal rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.


“Kami terus bolak-balik soal situasi Iran ini. Kadang membaik, lalu memburuk lagi dalam hitungan jam,” ujar John Kilduff, mitra di Again Capital. 

Televisi pemerintah Iran melaporkan pembicaraan telah berakhir, dengan para delegasi kembali ke ibu kota masing-masing untuk konsultasi sebelum perundingan dilanjutkan.

Pasar juga menyoroti Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. Setiap eskalasi konflik berpotensi mengganggu pasokan global, mengingat Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran mengekspor sebagian besar minyak mereka melalui selat tersebut.

Di sisi lain, tekanan pasokan masih membayangi. Ekspor minyak Kazakhstan diperkirakan turun hingga 35 persen bulan ini akibat pemulihan lambat ladang minyak Tengiz pascakebakaran Januari. 

Namun secara mingguan, harga tetap tertekan oleh aksi jual global dan kekhawatiran kelebihan pasokan. Arab Saudi bahkan memangkas harga jual resmi minyak Arab Light ke Asia untuk pengiriman Maret ke level terendah sekitar lima tahun.

Analis menilai, jika ketegangan AS-Iran mereda, harga minyak berpotensi kembali melemah. Namun selama ketidakpastian geopolitik berlanjut, pasar energi diperkirakan tetap volatil.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya