Berita

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. (Foto: RMOL)

Politik

Usulan Copot Kapolri Tendensius dan Bersudut Pandang Sempit

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai syarat reformasi Polri dinilai sebagai ide yang salah kaprah.

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman menyatakan bahwa reformasi Polri harus dilihat menyeluruh, bukan atas dasar personal.

"Cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional, mereka datang dengan usul terkait personal. Usulan ini terasa sangat tendensius, subyektif, dan bersudut pandang yang sangat sempit," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Februari 2026.


Politisi Gerindra ini menyebut reformasi di bidang manapun, termasuk Polri tidak bisa disandingkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Khusus di Polri, Kapolri justru dinilai sebagai sosok terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.

Habiburokhman lantas mengungkap data Komisi III DPR yang memperlihatkan penurunan tingkat represivitas Polri sejak dipimpin Jenderal Listyo Sigit tahun 2021.

Selain penurunan represivitas, Polri di era Listyo Sigit juga tercatat sebagai institusi mitra komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat.

Pada dasarnya, ia menghormati setiap pendapat yang muncul terkait reformasi Polri. Termasuk pendapat mantan Ketua KPK Abraham Samad, Said Didu dan sejumlah tokoh lain saat bertemu Presiden Prabowo belum lama ini.

Namun Habiburokhman menegaskan bahwa pergantian Kapolri mutlak kewenangan konstitusional Presiden Prabowo yang tidak bisa diintervensi pihak manapun.

"Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi jangan memberikan tekanan yang salah kaprah kepada presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," jelasnya.

"Saya paham sekali karakter Presiden Prabowo tidak suka berbicara soal personal ketika membahas hal yang bersifat institusional. Beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya