Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini peringkat utang Indonesia berpeluang meningkat seiring dengan membaiknya kinerja ekonomi nasional.

Optimisme tersebut disampaikan Purbaya menanggapi keputusan Moody’s yang menurunkan outlook pasar surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih solid dan ditopang oleh defisit fiskal yang tetap terkendali.

“Kita seharusnya pelan-pelan memiliki prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih. Jadi saya akan fokus memperbaiki fundamental ekonomi saja,” ujar Purbaya kepada media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).


Purbaya menjelaskan bahwa penilaian lembaga pemeringkat pada dasarnya bertumpu pada dua aspek utama, yakni kemampuan dan kemauan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.

“Lembaga pemeringkat sebetulnya melihat apakah kita mampu membayar utang dan apakah kita mau membayar utang. Dua-duanya kita penuhi, jadi seharusnya tidak ada masalah. Ini saya pikir hanya bersifat jangka pendek,” ujarnya.

Ia menduga penurunan outlook lebih dipicu oleh kekhawatiran lembaga pemeringkat terhadap potensi pelebaran defisit fiskal ke depan.

“Mereka khawatir defisit melebar, tapi mereka tahu saya bisa mengendalikannya dengan baik. Mungkin outlook itu dikeluarkan sebelum angka pertumbuhan ekonomi keluar. Kalau angka pertumbuhan kemarin sudah keluar, saya pikir rilisnya bisa sedikit berbeda,” tuturnya.

Terkait kemungkinan penurunan peringkat utang Indonesia (downgrade), Purbaya menanggapinya dengan santai.

“Belum, saya pikir. Dari sisi apa? Ekonomi kita membaik, defisit juga masih terkendali,” katanya.

Ia bahkan menilai posisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain, sehingga alasan untuk menurunkan peringkat utang dinilai tidak cukup kuat.

“Dibandingkan negara-negara lain, posisi kita masih bagus. Alasannya tidak terlalu kuat untuk melakukan downgrade,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya