Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Terus Melemah Jelang Pembicaraan AS-Iran

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 10:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, melanjutkan penurunan sebelumnya. 

Pasar bersiap mencatat penurunan mingguan pertama dalam beberapa pekan terakhir, seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah dan perhatian investor tertuju pada hasil pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Oman.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent turun 50 sen atau 0,74 persen menjadi 67,05 Dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya anjlok 2,75 persen. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 52 sen atau 0,82 persen ke level 62,77 Dolar AS per barel, melanjutkan penurunan 2,84 persen pada sesi sebelumnya.


Secara mingguan, kedua acuan harga minyak tersebut berpeluang mencatat penurunan pertama dalam lebih dari satu bulan. Harga juga sudah terkoreksi lebih dari 3 persen dari level tertinggi hampir enam bulan yang tercapai pada akhir Januari, ketika Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan menyerang Iran.

AS dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat, di tengah meningkatnya ketegangan. Washington dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, sementara negara-negara di kawasan berupaya mencegah konflik bersenjata yang dikhawatirkan dapat berkembang menjadi perang berskala lebih luas.

Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz, jalur vital di antara Oman dan Iran. Negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui selat tersebut, begitu pula Iran.

“Ketegangan geopolitik yang meningkat antara AS dan Iran sempat mendorong harga minyak naik,” tulis analis Capital Economics dalam catatannya. Namun, mereka menilai kekhawatiran geopolitik tersebut pada akhirnya akan kalah oleh lemahnya fundamental pasar.

Capital Economics juga menyoroti pemulihan produksi minyak Kazakhstan yang diperkirakan akan menambah pasokan global. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan harga minyak hingga mendekati 50 Dolar AS per barel pada akhir 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya