Berita

ilustrasi pembangunan pelabuhan di Papua Selatan.

Nusantara

Food Estate Merauke Dorong Ketahanan Pangan dan Percepatan Infrastruktur Papua Selatan

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 13:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

RMOL. Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Merauke, Papua Selatan, dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Program diproyeksikan tidak hanya menopang swasembada pangan, tetapi juga membuka akses dasar yang selama ini terbatas di kawasan timur Indonesia dan akan menciptakan ribuan lapangan kerja.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan proyek food estate tetap berjalan dan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi swasembada pangan nasional. Ia menegaskan, pembangunan kawasan food estate, khususnya di Distrik Wanam, akan memberikan dampak langsung terhadap percepatan pembangunan infrastruktur wilayah itu.

Menurut Amran, keberadaan proyek ini akan memicu pembangunan berbagai akses dasar yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari jalan, pelabuhan, hingga bandara. “Oh itu pasti. Itu jalan dibangun, kemudian infrastruktur pelabuhan, bahkan bandara,” ujar Amran saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.


Dari sisi sosial dan ekonomi, proyek food estate di Papua Selatan juga dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat lokal. Amran menyampaikan, pemerintah telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang seluruhnya menjadi milik masyarakat setempat dan digunakan untuk mengelola lahan pertanian secara mandiri.

Tak hanya itu, pemerintah juga membentuk Brigade Pangan yang seluruh anggotanya berasal dari masyarakat lokal. Skema ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Kami bentuk namanya Brigade Pangan. Brigade Pangan ini itu dari masyarakat setempat. Bayangkan saja kalau 300 alat, berarti itu ribuan orang,” tutur Amran.

Swasembada Bukan Sekadar Slogan

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemerdekaan bangsa yang sejati.

“Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan sehingga pangan bisa dinikmati seluruh rakyat kita. Swasembada pangan adalah syarat, itu pilar utama dari strategi yang saya jalankan sekarang,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung adanya pihak-pihak yang bersikap skeptis terhadap program pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa keraguan tersebut tidak akan menghentikan langkahnya.

“Saya ajak saudara, ayo sama-sama sebagai patriot bangsa. Tapi kalau kau tidak mau ikut saya, saya tetap jalan terus karena saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati,” tegas Prabowo.

Pembangunan food estate di Merauke bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pengembangan bioenergi nasional. Program ini mencakup kegiatan cetak sawah, pengembangan tebu, serta optimalisasi lahan. Proyek tersebut melibatkan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta, yakni Jhonlin Group.

Pembangunan food estate di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah pihak yang menyuarakan kritik dan mempertanyakan keterlibatan swasta dalam proyek strategis nasional tersebut.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menegaskan pihaknya sepenuhnya menjalankan penugasan negara untuk mendukung proyek strategis nasional demi tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Kami sepenuhnya menjalankan penugasan dari negara untuk mendukung proyek strategis nasional demi tercapainya swasembada pangan yang permanen. Kita tidak berhitung untung rugi. Jadi tidak betul kita mengajukan tagihan sampai Rp7 triliun kepada negara seperti diberitakan sebuah media.

Kita menyadari betul penggunaan APBN itu ada aturan mainnya. Kita dikesankan seolah-olah mengatur sana sini. Tidak mungkin itu. Sekali lagi kita akan tetap jalan menuntaskan proyek yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo ini,” kata Junaidi.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut wilayah Wanam akan disulap menjadi perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan rencana proyek.

“Itu informasinya dari mana. Tidak ada itu. Sejauh yang saya ketahui Wanam akan difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan dan bioenergi, mencakup cetak sawah, tebu, dan optimalisasi lahan,” tutup Junaidi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembangunan terus berjalan. Infrastruktur jalan telah terbangun sepanjang 58,44 kilometer, sementara jalan yang telah diperkeras mencapai 11,53 kilometer. Total luas area yang telah dibuka mencapai 9.781 hektare. Adapun pembangunan pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya saat ini telah memasuki tahap penyelesaian.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya