Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Pemerintah Matangkan Program MBG Lansia, Sasar Usia 75 Tahun ke Atas

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 22:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dengan fokus awal pada kelompok usia di atas 75 tahun, khususnya mereka yang tinggal sendirian. 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan, koordinasi Kementerian Sosial dengan Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan guna merumuskan skema teknis pelaksanaan MBG lansia. 

"Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian," ungkapnya usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.


Menurut Gus Ipul, layanan MBG lansia akan dilaksanakan melalui dapur-dapur BGN, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang juga akan melayani penyandang disabilitas berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Ia menjelaskan bahwa penetapan penerima manfaat dilakukan melalui asesmen dan melibatkan pemerintah daerah sebagai pihak yang memvalidasi data sebelum diserahkan ke BGN.

“Jadi setelah kita lakukan asismen, ya lalu kita akan serahkan ke Kepala Daerah untuk ditandatangani, baru kemudian kita serahkan ke BGN untuk dilayani," kata Gus Ipul. 

Selain bantuan makanan, pemerintah juga akan memperkuat pendampingan melalui penyediaan caregiver dan perawat terlatih secara bertahap, termasuk tenaga yang mengantarkan makanan langsung ke rumah lansia dan penyandang disabilitas.

Terkait pendanaan, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran MBG lansia akan dipusatkan di BGN, sementara Kementerian Sosial berfokus pada penyediaan tenaga pengantar dan perawat.

“Jadi anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya