Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Menguat Dipimpin Saham Teknologi dan AI

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 Waktu setempat, didorong reli saham teknologi, chip, dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI). 

Saham berkapitalisasi kecil juga melonjak, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS.

Indeks S&P 500 naik 0,54 persen ke level 6.976,44, hanya terpaut tipis dari rekor penutupan tertingginya pekan lalu. 


Nasdaq Composite menguat 0,56 persen menjadi 23.592,11, sementara Dow Jones melonjak 1,05 persen ke 49.407,66.

Sepanjang 2026, indeks saham berkapitalisasi kecil ini telah naik lebih dari 6 persen, jauh mengungguli S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing baru menguat sekitar 2 persen.

Saham-saham teknologi kembali menjadi motor pasar. Alphabet naik 1,9 persen dan mencetak rekor baru, Amazon bertambah 1,5 persen, sementara Palantir menguat 0,8 persen menjelang rilis kinerja keuangan. 

Di sektor chip, SanDisk melonjak 15,4 persen, AMD naik 4 persen, dan Micron Technology menguat 5,5 persen, seiring kuatnya permintaan terkait AI.

Penguatan ini menjadi rebound pertama S&P 500 dalam tiga sesi terakhir, setelah sebelumnya pasar tertekan kekhawatiran valuasi saham teknologi yang dinilai mahal.

"Fundamental ekonomi masih solid dan kinerja perusahaan tetap kuat, dengan kejutan positif dari sisi pendapatan dan laba di hampir semua sektor," ujar Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder.

Di sisi lain, saham Walt Disney anjlok 7,4 persen meski membukukan laba di atas ekspektasi, menyusul peringatan penurunan kunjungan wisatawan internasional dan pelemahan bisnis media. Saham Nvidia juga turun 2,89 persen.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume mencapai 20,1 miliar saham. Indeks volatilitas CBOE VIX turun 6,31 persen ke level 16,5, menandakan meredanya kekhawatiran pasar.

Dari sektor, energi menjadi pemberat dengan penurunan 2 persen akibat jatuhnya harga minyak. Namun, kondisi ini justru menguntungkan saham maskapai penerbangan, di mana United Airlines, Delta, JetBlue, dan Southwest melonjak 4-8 persen.

Secara keseluruhan, saham yang menguat di S&P 500 mengungguli yang melemah dengan rasio 1,4 banding 1.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya