Berita

Kebersamaan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin bersama CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: Instagram/@rosanroeslani)

Politik

Simpang Siur Rombak Direksi Himbara Bukti Komunikasi Pemerintah Masih Bermasalah

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Silang pendapat di internal pemerintahan terkait isu perombakan direksi bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) ditanggapi analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Polemik ini mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana merombak direksi Himbara, namun pernyataan tersebut belakangan dibantah langsung oleh CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

Menurut Hensat, sapaan Hendri Satrio, perbedaan pernyataan antara dua pejabat tinggi negara ini menunjukkan bahwa komunikasi internal pemerintah masih bermasalah dan belum berjalan dengan baik.


“Kalau para pejabat masih terjebak dalam kondisi mencoba terus-menerus mencari perhatian Presiden Prabowo, maka persoalan seperti ini tidak akan selesai,” ujar Hendri Satrio kepada RMOL, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menilai, kegaduhan muncul karena pejabat menyuarakan sesuatu yang belum tentu sudah menjadi keputusan atau bahkan belum dipahami secara utuh oleh semua pihak terkait.

“Seperti kasus Himbara ini. Pak Sjafrie mungkin mendengar informasi itu, tapi Pak Rosan belum mendengarnya, sementara pernyataannya sudah kadung disampaikan ke publik,” jelasnya.

Hendri menegaskan, isu perombakan direksi bank pelat merah bukan persoalan sederhana yang bisa disampaikan secara instan. Ada banyak aspek yang harus diperhitungkan, mulai dari pasar hingga kepercayaan nasabah.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah sebenarnya sudah memiliki badan komunikasi pemerintah yang seharusnya berperan aktif merapikan arus informasi antarpejabat agar tidak menimbulkan diskusi liar di ruang publik.

“Di dalam buku yang saya tulis, komunikasi pemerintah ini memang jadi persoalan tersendiri. Sudah dicoba diperbaiki, bahkan Presiden sudah pasang badan dengan mengatakan ‘ini salah saya’. Tapi memang komunikasi pemerintah harus terus diperbaiki supaya tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu,” pungkas Hendri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya