Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Rosan Roeslani di Istana, Jakarta (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Demutualisasi BEI: Peluang Investor Asing dan SWF Masuki Pasar Modal Indonesia

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 11:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa perusahaan asing berpotensi menjadi pemegang saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi selesai.

Menurut Rosan, skema kepemilikan ini bukan hal baru karena sudah diterapkan di banyak bursa efek dunia. Demutualisasi diyakini akan membawa perubahan mendasar pada struktur kepemilikan dan tata kelola pasar modal.

"Ya memang itu emang di (bursa efek) lain seperti itu, jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang kan anggota dan kepemilikan itu gabung dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas. Nah, oleh sebab itu ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan," ujar Rosan di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Senin 2 Februari 2026. 


Pemerintah sendiri tengah mempercepat penyelesaian aturan demutualisasi BEI agar bisa terealisasi pada 2026. Proses ini mengubah BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO), yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas anggota bursa, menjadi entitas berbentuk perusahaan terbuka yang bisa dimiliki publik atau pihak lain.

Skema ini bertujuan memisahkan kepentingan anggota bursa dengan pengelola bursa, sehingga mengurangi potensi benturan kepentingan.

Rosan menambahkan, keterlibatan lembaga investasi, termasuk Sovereign Wealth Fund (SWF) dari berbagai negara, merupakan praktik umum dalam bursa modern.

 "Hampir di semua bursa lainnya di dunia ini Sovereign Wealth Fund-nya itu kan memang ikut ya range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen, ada yang lebih dari itu ya," jelasnya.

Terkait potensi keterlibatan Danantara Indonesia, Rosan menegaskan pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh sebelum menentukan besaran kepemilikan. Evaluasi ini akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk valuasi dan kebijakan investasi yang berlaku.

"Mengenai demutualisasi kita akan mempelajari terlebih dahulu seberapa persen kita ingin masuk. Kan kita juga tentunya lihat kriteria-kriteria pada saat kita masuk, dan berinvestasi," tambahnya.

Dengan demutualisasi, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih transparan, profesional, dan menarik bagi investor global, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan asing dan SWF untuk berpartisipasi secara strategis.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya