Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: RMOL/Reni Erina)

Politik

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 23:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dalang penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai 10 persen, hingga membuat perdagangan dihentikan (trading halt) pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu, diharapkan bisa diusut tuntas oleh pemerintahan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, mendukung langkah pemerintahan Presiden Prabowo untuk membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.

Menurutnya, kejatuhan IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks Indonesia merupakan tamparan keras bagi kedaulatan pasar modal nasional.


"Ini bukan sekadar volatilitas pasar. Ini krisis kepercayaan," ujar Aminullah dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.

Dia memandang, peristiwa fiskal tersebut juga bagian dari bukti nyata kegagalan tata kelola BEI. serta lemahnya pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK bukan bentuk tanggung jawab, melainkan akibat langsung dari buruknya pengelolaan dan lemahnya pengawasan yang memberi ruang bebas bagi praktik penggorengan saham dan skema manipulatif,” sambungnya.

Aminullah curiga, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh bandar saham dan oligarki pasar yang bermain kotor. Sementara investor kecil menjadi korban utama. 

Adapun dampak yang terjadi, menurut dia, bukan hanya kerugian ritel domestik tetapi juga sanksi indeks global, serta derasnya arus modal keluar negeri.

"Pasar modal bukan kasino oligarki. Ini momentum Presiden Prabowo menunjukkan keberanian politik berdiri di pihak rakyat, bukan pemodal rakus," tegasnya.

Lebih lanjut, Aminullah menyatakan dukungan penuh terhadap Polri dan Kejaksaan Agung untuk mengusut persoalan ini secara tuntas, tanpa kompromi dan tanpa pandang bulu.

“Usut tuntas. Tangkap semua pihak yang terlibat – baik di BEI, OJK, maupun jaringan bandar dan oligarki pasar. Negara tidak boleh kalah oleh segelintir elite yang merusak sistem dan merampok kepercayaan publik,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya